Mengapa Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan?
- 12 Sep 2026 18:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu jenis kebakaran hutan dan lahan yang sulit dipadamkan. Kondisi ini terjadi karena api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah.
Melansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lahan gambut memiliki bahan bakar berupa sisa tumbuhan yang berada hingga di bawah permukaan tanah. Ketika gambut dalam kondisi kering, api dapat menjalar secara perlahan di bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.
Kebakaran bawah permukaan tersebut juga dapat menghasilkan asap tebal. Bahkan, ketika api di permukaan terlihat sudah padam, bara yang berada di dalam lapisan gambut masih dapat terus membakar.
Kondisi ini membuat proses pemadaman kebakaran gambut membutuhkan waktu dan upaya lebih besar. Melansir Kementerian Lingkungan Hidup, pemadaman kebakaran gambut memerlukan penanganan ekstra karena bara di dalam tanah dapat tetap menyala meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Kondisi gambut yang kering turut memperbesar risiko kebakaran. BMKG menyebut lahan gambut yang mengering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan hanya dengan operasi darat.
Selain itu, air yang disiramkan ke permukaan belum tentu langsung mencapai sumber api yang berada jauh di dalam lapisan gambut. Karena itu, pemadaman perlu dilakukan hingga memastikan bagian gambut yang terbakar benar-benar basah dan tidak menyisakan bara.
Upaya pencegahan juga menjadi hal penting. Menjaga kelembapan gambut dan muka air tanah dapat membantu mengurangi risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.
BMKG menyebut peningkatan kelembapan lahan gambut menjadi salah satu upaya untuk menekan potensi penyebaran api. Pada kondisi tertentu, operasi modifikasi cuaca juga dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan dan membasahi wilayah gambut yang kering.
Dengan karakteristik api yang dapat menjalar di bawah permukaan, kebakaran gambut tidak cukup hanya dilihat dari kondisi api di permukaan. Pemantauan dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....