Polsek Pringsewu Kota Hidupkan Kembali Kentongan

  • 02 Apr 2026 23:36 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan ponsel pintar, Polsek Pringsewu Kota justru mengajak masyarakat kembali menghidupkan alat komunikasi tradisional, yakni kentongan. Pada Kamis 2 April 2026, jajaran Polsek Pringsewu Kota menggelar sosialisasi simbol-simbol bunyi kentongan sebagai sistem peringatan dini di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sabuk Kamtibmas yang digagas Polda Lampung dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif melalui penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat. Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan warga, organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, hingga berbagai perkumpulan lainnya. Kegiatan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pola-pola bunyi kentongan dalam berbagai simulasi situasi darurat.

Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pemahaman masyarakat terhadap kode bunyi kentongan yang dahulu sangat familiar digunakan sebagai sarana komunikasi darurat di lingkungan permukiman.

“Melalui kegiatan ini, kita melatih kembali masyarakat terkait menjaga kamtibmas, khususnya dengan memahami simbol-simbol kentongan. Ini penting agar masyarakat kembali familiar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap pola bunyi kentongan memiliki arti yang berbeda, mulai dari tanda pencurian, kebakaran, bencana alam, hingga kondisi darurat lainnya. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat merespons situasi dengan cepat dan tepat.

“Misalnya, ketika ada ketukan tertentu, masyarakat langsung paham bahwa itu tanda pencurian atau kejadian darurat lainnya. Jadi respons bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Menurutnya, pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemahaman masyarakat tidak hilang seiring perkembangan zaman, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan lingkungan. Kapolsek juga menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif akan sulit tercapai.

“Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Pringsewu. Karena tanpa bantuan dan peran serta masyarakat, kami tidak akan bisa maksimal dalam menjaga maupun mengungkap suatu kejadian,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan berbagai ormas seperti Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Pagar Nusa, PSHT, dan Tapak Suci, serta komunitas ojek online. Kehadiran ormas dan komunitas ini dinilai strategis dalam membantu menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat luas terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Melalui sosialisasi ini, kentongan yang merupakan bagian dari kearifan lokal diharapkan tidak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi kembali berfungsi sebagai alat komunikasi darurat yang efektif. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih responsif, tanggap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....