Akademisi Itera Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

  • 10 Sep 2026 18:21 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Akademisi Institut Teknologi Sumatera atau Itera bersama TNI Angkatan Laut dan unsur pemerintah daerah Lampung memantau kondisi Gunung Anak Krakatau dari perairan Selat Sunda, Rabu, 9 September 2026. Pemantauan menggunakan KRI Lepu-861 milik TNI AL, untuk melihat langsung perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dosen Program Studi Fisika Itera yang tergabung dalam Kelompok Keilmuan Fisika Kebumian, Dr. Ikah Ning Permanasari, mengatakan pengamatan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini Gunung Anak Krakatau sekaligus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas instansi.

“Yang terlihat di permukaan merupakan manifestasi dari proses yang berlangsung pada sistem gunung api. Karena itu, kita tidak hanya melihat besar atau kecilnya kolom emisi, tetapi juga perlu memperhatikan tren perubahan berbagai parameter secara bersama-sama.” Ucapnya dilansir dari itera, Kamis, 10 September 2026.

Ia menjelaskan, kondisi visual tersebut menunjukkan proses pelepasan gas dan uap masih berlangsung. Namun, pengamatan secara visual tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan tingkat aktivitas gunung api.

Menurutnya, perlu diperhatikan pula data kegempaan vulkanik dan tremor, deformasi tubuh gunung api, serta perubahan emisi gas untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.

Selama pemantauan tidak terlihat kolom abu gelap yang dominan, lontaran material pijar maupun awan panas yang bergerak menuruni lereng. Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau bersifat dinamis. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi terkait tingkat aktivitas, zona bahaya, serta rekomendasi keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....