Petani Kakao Antisipasi Hujan dengan Solar Dryer

  • 25 Agt 2026 10:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran – Cuaca yang tidak menentu menjadi kendala bagi petani kakao di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kondisi tersebut membuat proses pengeringan biji kakao yang masih mengandalkan sinar matahari kerap terganggu.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi mengenalkan teknologi solar dryer dome kepada petani kakao.

Ketua tim kegiatan, Anisa Fitri, mengatakan teknologi tersebut memanfaatkan energi matahari dalam ruang pengering tertutup. Biji kakao dapat terlindungi dari hujan, debu, serta kontaminasi lingkungan selama proses pengeringan.

"Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi proses pengeringan. Selama ini, petani harus bergantung pada kondisi cuaca sehingga biji berisiko lembap dan terserang jamur saat hujan turun," dilansir dari Itera, Selasa, 25 Agustus 2026.

Sementara itu, solar dryer dome yang diperkenalkan memiliki kapasitas sekitar 40 hingga 50 kilogram dalam satu kali proses pengeringan. Petani juga mendapat pelatihan penataan biji, pemantauan suhu dan kelembapan, serta pengaturan sirkulasi udara.

Salah seorang petani kakao, Waluyo, mengatakan cuaca menjadi persoalan utama, terutama saat musim pancaroba. Biji kakao yang tidak kering sempurna dapat mengalami penurunan mutu dan harga jual.

Dirinya berharap penggunaan teknologi pengering tersebut dapat membantu petani menjaga kualitas hasil panen dan mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas pengolahan kakao serta nilai tambah komoditas unggulan masyarakat Desa Cilimus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....