Mitos atau Fakta? Rambut Pria Lebih Mudah Rontok
- 31 Jul 2026 19:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Kerontokan rambut menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami pria dari berbagai kelompok usia. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah benar rambut pria lebih mudah rontok dibandingkan wanita atau hanya sekadar mitos. Meski kerontokan rambut dapat dialami siapa saja, terdapat sejumlah faktor yang membuat pria lebih berisiko mengalami kebotakan, terutama karena pengaruh hormon dan faktor keturunan.
Pada dasarnya, setiap orang mengalami kerontokan rambut sebagai bagian dari siklus pertumbuhan alami. Rambut memiliki tiga fase, yakni fase pertumbuhan, fase transisi, dan fase istirahat sebelum akhirnya rontok dan digantikan oleh rambut baru. Dalam kondisi normal, seseorang dapat kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari tanpa menyebabkan penipisan yang berarti.
Namun, pada sebagian pria, kerontokan rambut terjadi lebih cepat dibandingkan proses tumbuhnya rambut baru. Akibatnya, rambut mulai tampak menipis, garis rambut di bagian depan bergeser ke belakang, hingga muncul area kebotakan di bagian puncak kepala.
Salah satu alasan mengapa pria lebih sering mengalami kerontokan adalah adanya pengaruh hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron atau DHT. Hormon ini dapat menyebabkan folikel rambut pada sebagian pria menjadi semakin mengecil sehingga rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis, pendek, dan akhirnya berhenti tumbuh. Kondisi tersebut dikenal sebagai pola kebotakan pria atau male pattern baldness.
Selain faktor hormon, riwayat kebotakan dalam keluarga juga berperan besar terhadap risiko kerontokan rambut pada pria. Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami kebotakan pada usia muda, kemungkinan kondisi serupa dapat terjadi pada generasi berikutnya.
| Baca juga: 7 Fakta Tentang Kebohongan! |
Meski demikian, anggapan bahwa semua pria pasti akan mengalami kebotakan merupakan mitos. Tidak semua pria memiliki tingkat kerontokan yang sama. Banyak pria yang tetap memiliki rambut tebal hingga usia lanjut karena dipengaruhi faktor genetik, pola hidup, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Selain faktor keturunan, kebiasaan sehari-hari juga dapat mempercepat kerontokan rambut. Stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan merokok, hingga penggunaan produk rambut yang tidak sesuai dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan folikel rambut.
Penggunaan alat penata rambut dengan suhu tinggi secara berlebihan juga dapat membuat batang rambut menjadi lebih rapuh. Begitu pula kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang atau menggaruk kulit kepala secara berlebihan yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada akar rambut.
Kerontokan rambut juga dapat dipicu oleh kekurangan asupan nutrisi tertentu. Rambut membutuhkan berbagai zat gizi seperti protein, zat besi, zinc, vitamin D, vitamin B kompleks, serta vitamin E untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Pola makan yang kurang beragam dapat memengaruhi kualitas rambut dalam jangka panjang.
Untuk membantu mengurangi risiko kerontokan, terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, menjaga pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi protein, sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, serta ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi yang cukup membantu memenuhi kebutuhan folikel rambut agar tetap sehat.
Kedua, gunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala dan hindari penggunaan produk secara berlebihan. Membersihkan rambut secara teratur membantu mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang dapat menumpuk di kulit kepala.
Ketiga, hindari menggosok rambut terlalu keras menggunakan handuk setelah keramas. Sebaiknya rambut dikeringkan secara perlahan agar batang rambut tidak mudah patah.
Keempat, batasi penggunaan alat penata rambut yang menghasilkan suhu tinggi seperti pengering rambut, catokan, maupun alat pengeriting. Jika diperlukan, gunakan pada suhu sedang dan tidak terlalu sering.
Kelima, kelola stres dengan baik melalui olahraga, tidur yang cukup, atau melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks. Kondisi psikologis yang terjaga turut mendukung kesehatan rambut.
Keenam, cukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari. Asupan air yang cukup membantu menjaga kelembapan kulit, termasuk kulit kepala, sehingga mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
Ketujuh, hindari kebiasaan merokok karena kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat memengaruhi aliran darah menuju folikel rambut. Sirkulasi darah yang baik diperlukan agar akar rambut memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup.
Selain itu, pria juga dianjurkan memperhatikan perubahan kondisi rambut sejak dini. Apabila kerontokan terjadi secara berlebihan, berlangsung terus-menerus, atau disertai keluhan lain seperti gatal, kemerahan, maupun munculnya area botak secara tiba-tiba, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menjaga kesehatan rambut tidak hanya bergantung pada penggunaan produk perawatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup secara keseluruhan. Kebiasaan makan bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan kulit kepala, serta menghindari kebiasaan yang merusak rambut menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kesehatan rambut dalam jangka panjang.
Dengan memahami penyebab kerontokan serta menerapkan perawatan yang tepat, pria dapat mengurangi risiko rambut rontok berlebihan sekaligus menjaga kesehatan kulit kepala. Perawatan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu cara untuk mempertahankan rambut tetap sehat dan kuat seiring bertambahnya usia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....