Kenapa Menguap Bisa Menular?
- 28 Jul 2026 11:40 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pernahkah Anda tiba-tiba menguap setelah melihat orang lain menguap? Atau bahkan hanya karena membaca kata "menguap", Anda ikut merasakan keinginan untuk menguap? Fenomena ini memang sering dialami banyak orang dan dikenal sebagai contagious yawning atau menguap yang menular. Meski terlihat sederhana, hingga kini para ilmuwan masih terus mempelajari penyebab pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Menguap sendiri merupakan respons alami tubuh yang biasanya muncul saat mengantuk, lelah, bosan, atau ketika tubuh membutuhkan perubahan tingkat kewaspadaan. Dahulu, banyak yang percaya bahwa menguap bertujuan untuk menambah kadar oksigen dalam tubuh. Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa teori tersebut tidak sepenuhnya tepat. Para ahli kini meyakini bahwa menguap lebih berkaitan dengan upaya otak mengatur tingkat kewaspadaan dan membantu menjaga suhu otak tetap stabil agar dapat bekerja secara optimal.
Lalu, mengapa menguap bisa menular? Salah satu penjelasan yang paling banyak didukung adalah adanya hubungan dengan kemampuan empati. Ketika melihat orang lain menguap, bagian otak yang berperan dalam memahami tindakan dan perasaan orang lain ikut aktif. Akibatnya, otak secara otomatis memicu respons yang sama sehingga kita ikut menguap. Karena itu, menguap lebih mudah "menular" di antara orang-orang yang memiliki kedekatan, seperti keluarga atau teman.
Menariknya, tidak semua orang mudah tertular menguap. Anak-anak yang masih sangat kecil umumnya belum menunjukkan respons ini, begitu pula sebagian orang dengan kondisi neurologis tertentu. Selain itu, tingkat kelelahan, rasa kantuk, dan perhatian seseorang terhadap lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi seberapa mudah ia ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya.
Fenomena ini juga tidak hanya terjadi pada manusia. Beberapa penelitian menemukan bahwa hewan seperti simpanse, anjing, dan serigala juga dapat mengalami menguap yang menular, terutama ketika melihat individu yang dikenalnya. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa menguap bukan sekadar refleks biasa, tetapi juga berkaitan dengan interaksi sosial dan cara makhluk hidup merespons lingkungan di sekitarnya.
Pada akhirnya, menguap yang menular merupakan fenomena alami yang hingga kini masih terus diteliti. Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, para ahli sepakat bahwa fenomena ini melibatkan kerja otak, tingkat kewaspadaan, dan kemungkinan berkaitan dengan empati serta hubungan sosial. Jadi, jika Anda tiba-tiba menguap setelah melihat orang lain menguap, tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan respons normal yang dialami banyak orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....