Kala Rupiah Melemah dan Krisis Ekonomi Melanda

  • 12 Jun 2026 08:29 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Dakwah islami
  • Indonesia bertauhid

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Melemahnya nilai tukar rupiah dan ancaman krisis ekonomi global menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya produksi, hingga ketidakpastian usaha menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Dalam perspektif Islam, kondisi ekonomi yang sulit bukan hanya dipandang sebagai tantangan duniawi, tetapi juga ujian keimanan yang harus dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak berputus asa ketika menghadapi kesulitan ekonomi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat tersebut menegaskan bahwa kesulitan ekonomi merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus disikapi dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Dalam menghadapi pelemahan rupiah, Islam juga mengajarkan pentingnya hidup sederhana dan menghindari perilaku boros.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Prinsip ini relevan bagi masyarakat untuk mengatur pengeluaran secara bijaksana di tengah kenaikan harga barang dan jasa. Rasulullah Sholallahualaihiwasallam juga mengingatkan pentingnya mencari rezeki yang halal serta bekerja keras.

Beliau bersabda: "Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri." (HR. Bukhari No. 2072)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa produktivitas, kerja keras, dan kemandirian ekonomi merupakan bagian dari ajaran Islam dalam menghadapi tantangan ekonomi. Selain itu, ekonomi syariah menekankan pentingnya solidaritas sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Instrumen tersebut dapat membantu masyarakat yang terdampak krisis sehingga kesenjangan ekonomi dapat diminimalkan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi salah satu solusi yang diajarkan Islam untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat.

Ulama juga mengingatkan agar masyarakat memperbanyak istighfar dan meningkatkan ketakwaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3)

Dengan demikian, ketika rupiah melemah dan krisis ekonomi melanda, umat Islam dianjurkan untuk tetap optimistis, memperkuat keimanan, meningkatkan etos kerja, mengelola keuangan secara bijak, serta mempererat kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diyakini mampu menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi yang terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....