Cerita di Balik Tradisi Berbagi Uang Baru saat Lebaran

  • 26 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tradisi berbagi uang pecahan baru kepada sanak saudara menjadi fenomena sosial yang melekat erat dengan perayaan Idulfitri di Indonesia. Sebagian besar warga memaknai pemberian uang yang masih kaku dan bersih sebagai simbol filosofis tentang kembalinya seseorang ke fitrah yang suci.

Aroma khas uang baru dan tekstur kertas yang belum terlipat memberikan kepuasan tersendiri bagi pemberi maupun penerima. Kondisi inilah yang memicu antusiasme warga untuk rela mengantre hingga melakukan "war" kuota pendaftaran secara daring di layanan perbankan.

Salah satu warga Bandar Lampung, Dini Maharani, mengungkapkan bahwa uang pecahan baru merupakan bentuk apresiasi bagi anak-anak. Ada kebahagiaan tak ternilai saat melihat wajah gembira keponakan menerima amplop berisi uang yang masih rapi.

“Uang baru itu bagian dari kebahagiaan saat berbagi di hari kemenangan, rasanya kurang lengkap kalau lebaran tanpa uang pecahan baru,” ujar Dini Maharani, Kamis, 26 Februari 2026.

Secara tradisi, pemberian uang baru membawa doa dan harapan agar rezeki di tahun mendatang tetap lancar serta bersih. Nilai nominal dianggap nomor dua karena masyarakat lebih mengutamakan semangat berbagi serta mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.

Fenomena ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang mulai menggeliat kembali menjelang hari raya. Bank Indonesia memfasilitasi kebutuhan tersebut guna memastikan uang yang beredar di masyarakat adalah uang layak edar serta berkualitas tinggi.

Melalui tradisi ini, uang rupiah berfungsi sebagai instrumen perekat sosial di samping kegunaannya sebagai alat pembayaran sah. Budaya berbagi uang baru diharapkan tetap mengedepankan nilai keikhlasan serta kesederhanaan tanpa mengurangi esensi dari hari kemenangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....