Fenomena “Overthinking” di Kehidupan Anak Muda

  • 26 Mei 2026 15:08 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Istilah overthinking semakin sering terdengar di kalangan anak muda. Banyak orang menggunakan kata ini untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan sesuatu hingga sulit merasa tenang. Hal-hal kecil yang sebenarnya sederhana bisa terasa besar karena dipikirkan terus-menerus.

Fenomena ini cukup umum terjadi di kehidupan modern. Tekanan dari pendidikan, pekerjaan, hubungan pertemanan, hingga media sosial membuat banyak anak muda merasa harus selalu tampil baik dan sukses. Akibatnya, pikiran menjadi penuh dengan berbagai kekhawatiran tentang masa depan maupun penilaian orang lain.

Salah satu penyebab overthinking adalah kebiasaan memikirkan kemungkinan buruk secara berlebihan. Seseorang bisa terus mengulang percakapan, keputusan, atau kesalahan kecil di dalam pikirannya. Semakin dipikirkan, rasa cemas biasanya semakin besar meski kenyataannya belum tentu seburuk yang dibayangkan.

Media sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya overthinking. Melihat kehidupan orang lain yang terlihat sempurna sering membuat seseorang membandingkan diri sendiri. Perbandingan ini dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri dan membuat pikiran dipenuhi pertanyaan seperti “Apakah aku sudah cukup baik?” atau “Kenapa hidupku tidak seperti mereka?”

Selain itu, anak muda saat ini sering menghadapi tuntutan untuk serba cepat. Harapan untuk sukses di usia muda membuat sebagian orang merasa tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.

Overthinking tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kondisi tubuh. Seseorang yang terlalu banyak berpikir biasanya lebih sulit tidur, mudah lelah, dan sulit fokus saat beraktivitas. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu kesehatan mental maupun produktivitas sehari-hari.

Untuk mengurangi overthinking, penting bagi seseorang belajar mengendalikan pikiran secara perlahan. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan, berbicara dengan orang terpercaya, serta mengurangi kebiasaan membandingkan diri dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Memberi waktu istirahat dari media sosial juga sering membantu mengurangi tekanan mental.

Pada akhirnya, overthinking adalah hal yang bisa dialami siapa saja, terutama di tengah kehidupan yang penuh tekanan seperti sekarang. Namun, terlalu larut dalam pikiran justru membuat seseorang sulit menikmati hidup. Belajar menerima proses dan menjalani hidup dengan lebih santai dapat membantu menjaga kesehatan pikiran di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....