Bupati Pringsewu Sebut Budaya dan Gotong Royong Jadi Warisan Berharga
- 03 Jul 2026 17:02 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Peringatan Satu Abad Dusun Podorejo tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan para pendahulu.
Hal itu disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Satu Abad Dusun Podorejo di Lapangan Sumber Waras, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis 2 Juli 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi masyarakat Podorejo yang tetap menjaga tradisi, budaya, serta kerukunan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan kesenian, tetapi juga menjaga nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi masyarakat.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon "Pandowo Syukur" yang dibawakan Ki Dalang Arif Hadi Nugroho, kata Riyanto, sarat akan pesan moral tentang kejujuran, kesabaran, dan pengabdian kepada sesama.
"Orang baik bukan berarti hidupnya selalu mudah. Mereka juga pernah kalah, menderita, bahkan difitnah. Namun mereka tidak pernah kehilangan kejujuran dan tidak berhenti berbuat baik," ujarnya.
Menurut Bupati, pesan tersebut masih sangat relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Ukuran keberhasilan seseorang bukanlah kekayaan ataupun jabatan, melainkan sejauh mana dirinya mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
"Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Kalau ada tetangga yang kesusahan kita bantu, ada kerja bakti kita ikut, dan jika ada persoalan diselesaikan dengan musyawarah. Jika nilai-nilai seperti ini terus dijaga, Podorejo akan dikenal bukan hanya karena usianya yang telah mencapai 100 tahun, tetapi juga karena masyarakatnya yang rukun, guyub, dan penuh kepedulian," katanya.
Riyanto menambahkan, peringatan satu abad merupakan kesempatan untuk mengenang jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun Dusun Podorejo. Namun, penghormatan terbaik kepada mereka bukan hanya melalui seremoni, melainkan dengan meneruskan semangat persatuan, gotong royong, dan kerja bersama dalam membangun kampung.
Kepala Pekon Rejosari Khotmanudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu, jajaran Forkopimcam, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian peringatan Satu Abad Dusun Podorejo.
"Semoga semangat kebersamaan yang terbangun melalui peringatan satu abad ini semakin mendorong kemajuan Pekon Rejosari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai tagline Melesat untuk Makmur Bersama," ujarnya.
Selain pagelaran wayang kulit, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan bantuan tali asih dari BAZNAS Kabupaten Pringsewu kepada para mantan kepala pekon, sesepuh, dan warga lanjut usia. Masyarakat juga disuguhi pertunjukan kesenian tradisional gojegan lesung yang dibawakan para perempuan sepuh serta tari kreasi sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perencana Ahli Muda Kemendagri Nasirin Aziz, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Judi Muljana, Kepala Badan Kesbangpol Catur Agus Dewanto, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu Sutikno, Camat Pringsewu Christianto, Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, Danramil Pringsewu Mayor Inf. Agus Supriyadi, para kepala pekon dan lurah se-Kecamatan Pringsewu, serta tokoh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....