Kenapa Cuaca Mendung Bikin Mood Ikut Berubah?

  • 26 Mei 2026 11:42 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pernah gak sih merasa tiba-tiba jadi lebih mellow, malas, atau gampang overthinking saat langit mendung? Ternyata itu bukan cuma perasaan semata. Secara ilmiah, cuaca memang bisa memengaruhi suasana hati manusia, terutama ketika sinar matahari berkurang. Banyak penelitian menunjukkan kalau cahaya matahari punya hubungan langsung dengan hormon dan sistem kerja otak yang mengatur mood.

Salah satu penyebab utamanya adalah hormon serotonin. Serotonin dikenal sebagai zat kimia di otak yang membantu menjaga perasaan tetap stabil, tenang, dan bahagia. Saat cuaca cerah, tubuh mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup sehingga produksi serotonin meningkat. Sebaliknya, ketika langit mendung atau hujan terus-menerus, paparan cahaya berkurang dan kadar serotonin bisa ikut menurun. Akibatnya, tubuh terasa lebih lesu, kurang semangat, bahkan lebih sensitif secara emosional.

Selain serotonin, cuaca mendung juga memengaruhi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Saat suasana gelap lebih dominan, tubuh mengira waktunya beristirahat sehingga produksi melatonin meningkat. Itu sebabnya banyak orang merasa lebih ingin rebahan, tidur lebih lama, atau kehilangan energi saat hujan turun seharian.

Bukan cuma itu, faktor psikologis juga ikut berpengaruh. Cuaca mendung identik dengan suasana sepi, dingin, dan tenang. Kondisi ini membuat otak lebih mudah masuk ke mode reflektif atau melamun. Makanya, banyak orang tiba-tiba jadi nostalgia, mengingat masa lalu, atau merasa lebih galau ketika mendengar suara hujan dan melihat langit abu-abu. Dalam psikologi lingkungan, cuaca memang diketahui dapat memengaruhi emosi, energi, hingga pola interaksi sosial seseorang.

Meski begitu, efek cuaca terhadap mood ternyata tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang justru merasa lebih nyaman dan tenang saat hujan karena suasananya dianggap menenangkan. Penelitian juga menunjukkan bahwa respons emosional terhadap cuaca dipengaruhi oleh kebiasaan, kondisi mental, aktivitas harian, dan kepribadian masing-masing orang.

Dalam kasus tertentu, perubahan mood akibat kurangnya sinar matahari bahkan bisa berkembang menjadi kondisi yang disebut Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan suasana hati musiman yang biasanya muncul saat musim dingin atau periode minim cahaya matahari. Kondisi ini membuat seseorang merasa sedih berkepanjangan, kehilangan motivasi, dan sulit menikmati aktivitas sehari-hari.

Karena itu, walaupun cuaca memang gak bisa dikontrol, ada beberapa cara sederhana untuk menjaga mood tetap stabil saat hari mendung. Misalnya tetap aktif bergerak, membuka jendela agar cahaya masuk, mendengarkan musik favorit, ngobrol dengan teman, atau tetap beraktivitas di luar rumah meski sebentar. Paparan cahaya alami dan aktivitas fisik terbukti membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Jadi, kalau kamu merasa mood berubah saat cuaca mendung, itu bukan berarti kamu terlalu baper. Tubuh dan otak memang merespons perubahan cuaca secara alami. Kadang langit yang gelap bukan cuma mengubah suasana di luar, tapi juga memengaruhi suasana di dalam kepala kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....