BRIN Bahas Masa Depan Industri Nikel Nasional

  • 23 Mei 2026 19:55 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung — Program Studi Magister Fisika Institut Teknologi Sumatera menggelar kegiatan studium generale membahas hilirisasi sumber daya nikel, Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral Badan Riset dan Inovasi Nasional, Fajar Nurjaman sebagai narasumber.

Koordinator Program Studi Magister Fisika Itera, Agustina Widiyani mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat wawasan mahasiswa terkait perkembangan riset dan teknologi mineral di Indonesia.

"Terutama dalam mendukung transisi energi serta hilirisasi industri nasional," ucapnya, dilansir dari Itera, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam paparannya, Fajar Nurjaman menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya nikel yang sangat besar dan menjadi salah satu negara penting dalam rantai pasok industri global.

Menurutnya, nikel laterit yang mendominasi di Indonesia memiliki peran strategis, baik untuk produksi baja nirkarat maupun bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Melalui program hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional,” ujarnya.

Ia juga memaparkan perkembangan teknologi pengolahan nikel, mulai dari pirometalurgi hingga hidrometalurgi. Berbagai inovasi terus dikembangkan agar proses pengolahan lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan yakni konsep green smelter dengan pemanfaatan biomassa sebagai reduktan untuk menekan emisi karbon dalam proses peleburan nikel.

Tidak hanya membahas aspek industri dan teknologi, kegiatan tersebut juga menyoroti mitigasi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel. Slag dan residu hasil pengolahan mineral dinilai memiliki potensi dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi, material bangunan, hingga amelioran tanah di sektor pertanian.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular dalam industri mineral guna menciptakan proses yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....