Minimalisme Digital Jadi Cara Baru Gen Z Kurangi Penggunaan Internet

  • 19 Mei 2026 10:45 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID., Bandarlampung - Penggunaan internet yang semakin tinggi di kalangan generasi muda kini mulai menimbulkan kekhawatiran baru.

Tidak sedikit Generasi Z yang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial hingga sulit lepas dari gawai. Kondisi ini memicu munculnya konsep “digital minimalism” atau minimalisme digital sebagai solusi untuk menciptakan pola hidup yang lebih sehat.

Minimalisme digital merupakan cara menggunakan teknologi secara lebih bijaksana dan hanya untuk hal-hal penting.

Konsep ini mengajak pengguna mengurangi aktivitas digital yang tidak bermanfaat, seperti terlalu lama menggulir media sosial tanpa tujuan jelas.

Dengan begitu, individu dapat lebih fokus pada aktivitas yang produktif dan bermakna. Dalam jurnal ilmiah yang dirilis oleh Universitas Pendidikan Ganesha dijelaskan, penerapan minimalisme digital dapat membantu meningkatkan pengendalian diri dan mengurangi kecemasan akibat terlalu sering terhubung dengan dunia digital.

Generasi Z yang menerapkan konsep ini juga dinilai lebih mampu mengatur waktu dan perhatian mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Selain berdampak pada kesehatan mental, minimalisme digital juga disebut mampu meningkatkan produktivitas. Pengurangan penggunaan gawai secara berlebihan membuat seseorang lebih fokus dalam belajar maupun bekerja.

Bahkan, hubungan sosial di dunia nyata dinilai menjadi lebih baik karena interaksi tatap muka kembali diutamakan.

Meski demikian, penerapan minimalisme digital bukan tanpa tantangan. Tekanan sosial dan tuntutan untuk selalu aktif di media sosial membuat banyak orang sulit benar-benar membatasi penggunaan teknologi.

Sehingga menurutnya pendekatan yang dilakukan tidak harus ekstrem, melainkan cukup dengan mengatur penggunaan teknologi secara seimbang dan sadar.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa minimalisme digital dapat menjadi solusi efektif untuk menghadapi tantangan era digital, khususnya bagi Generasi Z. Melalui langkah sederhana seperti digital detox dan penggunaan teknologi secara sadar, masyarakat diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....