NTP Lampung April 2026 Turun 0,80 Persen, Hortikultura Jadi Penekan

  • 06 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) daerah setempat pada periode April 2026 tercatat sebesar 123,93. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,80 persen jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.

Penurunan indikator kesejahteraan petani ini dipicu oleh melemahnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menjadi 158,48, di saat Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru meningkat ke level 127,88. Sejumlah komoditas yang menjadi penekan harga di tingkat produsen meliputi cabai merah, kopi, dan udang payau. Sementara itu, kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani didorong oleh naiknya harga minyak goreng, bensin, bawang merah, hingga gula pasir.

Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M. Sabiel Adi Prakasa merincikan bahwa penurunan NTP secara bulanan terutama bersumber dari subsektor hortikultura yang merosot hingga 5,25 persen. Selain hortikultura, tekanan juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang turun 1,69 persen serta perikanan budidaya yang melemah 1,55 persen.

"NTP Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 123,93 atau mengalami penurunan sebesar 0,80 persen dibandingkan Maret 2026," ujar Sabiel, Rabu 6 Mei 2026.

Meski demikian, beberapa subsektor pertanian lainnya masih menunjukkan performa positif di awal kuartal kedua tahun 2026. Subsektor tanaman pangan tercatat naik sebesar 0,68 persen, diikuti subsektor peternakan yang tumbuh 0,70 persen, serta perikanan tangkap yang meningkat 0,23 persen.

Perkembangan ini mencerminkan daya tahan petani di sektor pangan dan peternakan dalam menghadapi dinamika harga pasar yang fluktuatif. Pemerintah diharapkan terus memantau pergerakan harga komoditas hortikultura guna menjaga stabilitas daya beli petani di Bumi Ruwa Jurai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....