Inflasi Provinsi Lampung April 2026 Terkendali Sebesar 0,55 Persen
- 06 Mei 2026 13:49 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 yang menunjukkan tekanan inflasi tetap terkendali. Secara bulanan (month-to-month), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, lebih rendah dibandingkan capaian April tahun sebelumnya yang menyentuh angka 1,19 persen.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu utama inflasi bulanan dengan kenaikan sebesar 0,98 persen. Kelompok ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum Lampung yakni sebesar 0,34 persen. Di sisi lain, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M. Sabiel Adi Prakasa merinci bahwa minyak goreng menjadi komoditas utama pemicu inflasi bulanan dengan andil 0,09 persen. Komoditas lain yang turut memberikan andil kenaikan harga antara lain ikan nila, sigaret kretek mesin (SKM), beras, dan cabai merah.
"Perkembangan harga konsumen di Provinsi Lampung pada April 2026 menunjukkan tekanan inflasi yang terkendali, baik secara bulanan maupun tahunan," ujar Sabiel, Rabu 6 Mei 2026.
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,53 persen. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi inflasi April 2025 yang mencapai 2,80 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 8,07 persen.
Secara komoditas, emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang andil inflasi tahunan terbesar pada periode ini. Sementara itu, laju inflasi tahunan berhasil tertahan oleh deflasi pada biaya pendidikan di jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP).
BPS Lampung juga memantau perkembangan harga di empat wilayah cakupan IHK di Bumi Ruwa Jurai. Kabupaten Mesuji mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 1,35 persen, sedangkan inflasi tahunan terendah berada di Kota Bandar Lampung sebesar 0,33 persen.
Secara bulanan, inflasi tertinggi kembali dialami oleh Kabupaten Mesuji sebesar 0,77 persen. Sebaliknya, Kota Metro tercatat mengalami inflasi bulanan terendah di Provinsi Lampung pada April 2026 yakni sebesar 0,17 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....