Bersyukur ternyata Baik untuk Kesehatan Mental dan Fisik
- 13 Apr 2026 14:19 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Terkadang, sebagai manusia kita selalu merasa hidup ada saja kurangnya. Tak bisa dipungkiri, ada momen dimana hidup terasa berat, tapi dengan bersyukur setidaknya akan membuat perasaan kamu merasa lebih baik dan bermakna. Mungkin, kalau diucapkan secara lisan begitu mudah, mengaplikasikannya dalam keseharian nyatanya tidak semudah itu.
Tak dapat dipungkiri, ada momen ketika hidup terasa berat. Meski demikian, bersyukur setidaknya dapat membuat perasaan menjadi lebih baik dan hidup terasa lebih bermakna. Mungkin terdengar mudah ketika diucapkan, tetapi dalam praktik sehari-hari, menerapkannya tidak selalu sesederhana itu.
Coba renungkan sejenak. Sebenarnya ada banyak hal yang patut kita syukuri, misalnya masih diberi kesehatan dan mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Hal-hal sederhana seperti inilah yang terkadang luput dari perhatian kita. Padahal, tahukah kamu bahwa rasa syukur juga berdampak positif pada kesehatan secara menyeluruh? Berikut beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bersyukur berkorelasi dengan kesehatan.
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, menurut Kristin Layous dalam buku The Wiley Encyclopedia of Health Psychology membahas topik Health Implications of Gratitude. Pertama, rasa syukur memiliki dampak pada kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa aktivitas seperti menghitung hal-hal yang patut disyukuri atau menulis surat terima kasih secara rutin dapat meningkatkan rasa syukur sebagai sifat kepribadian sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis, seperti perasaan bahagia, puas, dan positif.
Kedua, kesejahteraan psikologis juga berimplikasi langsung pada kondisi fisik tubuh. Hal ini dapat meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh, berpotensi memperpanjang usia, serta mengurangi stres yang dikenal sebagai salah satu faktor penyebab berbagai masalah kesehatan. Temuan lain juga menunjukkan bahwa individu dengan tingkat rasa syukur yang tinggi cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Mereka tidur lebih nyenyak dan lebih lama, lebih cepat terlelap, serta tidak mudah mengantuk di siang hari. Rasa syukur juga membantu mengurangi pikiran negatif dan meningkatkan pikiran positif sebelum tidur sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan tidak mengganggu waktu istirahat.
Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki rasa syukur tinggi cenderung memiliki kondisi fisik yang lebih baik. Studi tahun 2012 dalam jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang yang bersyukur melaporkan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri pada tubuhnya serta merasa lebih sehat secara umum dibandingkan dengan orang lain. Selain itu, mereka juga lebih mungkin menjaga kesehatan melalui dua cara konkret: lebih rajin berolahraga dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kebiasaan menjaga kesehatan ini, yang didorong oleh rasa syukur, pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan harapan hidup (Morin, 2015).
Setelah mengetahui berbagai manfaat bersyukur di atas, mari kita mulai membiasakan diri untuk mensyukuri hal-hal kecil yang kita miliki dalam hidup. Karena sering kali, kebahagiaan justru hadir dari hal-hal sederhana yang kita sadari dan hargai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....