Budaya Kritik Sehat Perlu Dijaga

  • 05 Jun 2026 15:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Budaya kritik yang sehat menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, Adam Muhammad Yanis, SH., MH.

" Masyarakat saat ini cenderung mengalami ketakutan ketika ingin menyampaikan kritik di ruang publik. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas demokrasi karena berbagai penyimpangan atau persoalan publik akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa." kata Yanis.

Adam menilai bahwa dalam demokrasi yang sehat, masyarakat harus memiliki keberanian untuk mengkritisi kebijakan, tindakan pejabat publik, maupun berbagai fenomena sosial yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kepentingan umum.

" Kritik yang disampaikan harus dibangun di atas fakta dan data yang jelas. Keberanian berbicara tidak boleh disertai penyebaran informasi palsu, fitnah, maupun kebencian yang dapat merusak kualitas diskusi publik." ujar Yanis.

Selain itu, Adam juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam menerima kritik. Menurutnya, seseorang yang menyampaikan pendapat harus siap menerima koreksi dan mengakui kesalahan apabila informasi yang disampaikan ternyata tidak tepat.

Ia menyimpulkan bahwa keindahan demokrasi terletak pada kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk berbicara sekaligus dikritik. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu membangun kebiasaan berdiskusi secara terbuka, kritis, dan bertanggung jawab demi terciptanya ruang digital yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....