Antisipasi Karhutla, Pemprov Lampung Larang Pembakaran Lahan saat El Nino
- 11 Apr 2026 13:37 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar menjelang puncak fenomena El Nino Godzilla. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan patroli rutin guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Fokus pengawasan diarahkan pada wilayah perkebunan besar terutama di daerah Lampung Tengah serta Tulang Bawang yang sering melakukan panen tebu. Sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan harus dilakukan secara masif kepada para pelaku usaha maupun masyarakat di sekitar kawasan rawan api.
Satuan Tugas Karhutla di tingkat kabupaten dan kota diminta segera diaktifkan kembali guna merespons cepat setiap kemunculan titik panas di lapangan. Pengamatan pribadi Wagub menunjukkan potensi kerawanan tinggi juga terdapat di wilayah Mesuji serta Taman Nasional Way Kambas saat kemarau ekstrem melanda.
Pemerintah tidak ingin kecerobohan dalam pengelolaan lahan justru memicu bencana kabut asap yang merugikan kesehatan serta ekonomi masyarakat. Pemantauan melalui teknologi satelit akan terus dilakukan guna mendeteksi hotspot secara real-time di seluruh wilayah Bumi Ruwa Jurai.
“Lakukan pengawasan serta sosialisasi untuk larangan pembakaran lahan terutama di Lampung Tengah dan Tulang Bawang,” ujar Jihan Nurlela, Sabtu 11 April 2026.
Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman api yang sulit dikendalikan. Penegakan hukum yang tegas akan diambil bagi pihak-pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan demi kepentingan pribadi atau golongan.
Kesiapsiagaan terpadu ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran lahan yang diprediksi akan meningkat tajam pada periode Mei hingga Oktober mendatang. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen melindungi aset sumber daya alam daerah dari kerusakan akibat anomali cuaca ekstrem tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....