Harga Hortikultura Bergejolak, NTP Lampung Maret 2026 Turun 1,49 Persen
- 02 Apr 2026 15:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayah Lampung mengalami penurunan pada periode Maret 2026. Indikator kesejahteraan petani ini tercatat sebesar 124,92 atau terkoreksi sebesar 1,49 persen dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya.
Penurunan indeks tersebut dipicu oleh melemahnya harga jual sejumlah hasil produksi pertanian di tingkat produsen lokal. Komoditas utama seperti kakao, cabai merah, serta kopi menjadi faktor penekan indeks harga yang diterima oleh para petani.
Subsektor hortikultura mencatatkan penurunan terdalam hingga mencapai 4,16 persen akibat dinamika harga pasar yang cukup fluktuatif. Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami koreksi sebesar 3,28 persen pada periode yang sama.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung M. Sabiel Adie Prakasa mengungkapkan sebagian besar subsektor pertanian lainnya masih mampu tumbuh secara positif. Ia menilai daya tahan petani di sektor pangan, peternakan, serta perikanan tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi dinamika harga.
“Meskipun NTP bulan Maret 2026 mengalami tekanan dari sisi harga komoditas perkebunan, sebagian besar subsektor masih mencatatkan pertumbuhan positif,” ujar M. Sabiel, Kamis 2 April 2026.
Subsektor perikanan budidaya justru menunjukkan kinerja paling gemilang dengan kenaikan indeks mencapai 3,75 persen. Peningkatan ini diikuti oleh subsektor peternakan serta perikanan tangkap yang juga membukukan tren pertumbuhan stabil.
Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan dukungan melalui program stabilisasi harga sarana produksi pertanian guna menjaga keseimbangan pengeluaran petani. Kenaikan indeks harga yang dibayar petani pada komoditas beras serta bensin perlu diantisipasi agar tidak semakin membebani daya beli masyarakat perdesaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....