Neraca Perdagangan Lampung Februari 2026 Surplus USD 389,33 Juta

  • 02 Apr 2026 14:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat performa perdagangan luar negeri di Lampung kembali menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Capaian surplus sebesar US$389,33 juta menjadi bukti ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika pasar internasional awal tahun ini.

Nilai ekspor Provinsi Lampung tercatat menyentuh angka US$492,31 juta dengan dominasi komoditas Lemak dan Minyak Hewan atau Nabati. Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama tujuan ekspor dengan kontribusi mencapai 16,39 persen dari total nilai pengiriman barang ke luar negeri.

Aktivitas ekspor melalui pelabuhan di wilayah Lampung sendiri mendominasi hingga 83,64 persen dari total kumulatif sepanjang Januari hingga Februari 2026. Sementara itu, komoditas Kopi, Teh, dan Rempah-rempah menempati posisi kedua sebagai penyumbang devisa terbesar bagi daerah.

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung M. Sabiel Adie Prakasa mengungkapkan nilai surplus ini mencerminkan kondisi perdagangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ia menilai penurunan nilai impor secara signifikan turut memberikan andil besar dalam menjaga stabilitas neraca perdagangan Lampung.

“Provinsi Lampung pada Februari 2026 kembali mempertahankan tren surplus neraca perdagangan luar negerinya,” ujar M. Sabiel, Kamis 2 April 2026.

Nilai impor Lampung pada Februari 2026 tercatat hanya sebesar US$102,98 juta atau turun drastis 63,69 persen secara tahunan. Komoditas ampas dan sisa industri makanan menjadi barang impor dengan pangsa terbesar guna memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri.

Stabilitas kinerja perdagangan luar negeri ini diharapkan mampu terus terjaga guna mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang berkelanjutan. BPS akan terus memantau pergerakan arus barang serta jasa guna memberikan data akurat bagi pengambilan kebijakan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....