Kenapa Kita Sering Overthinking di Malam Hari?

  • 27 Mar 2026 15:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.co.id, Bandarlampung - Banyak orang merasakan hal yang sama: ketika malam tiba dan suasana mulai tenang, pikiran justru menjadi semakin aktif. Hal-hal yang siang hari terasa biasa saja tiba-tiba muncul kembali dan dipikirkan berulang-ulang. Inilah yang sering disebut sebagai overthinking di malam hari.

Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya distraksi. Di siang hari, kita sibuk dengan pekerjaan, aktivitas, dan interaksi sosial yang membuat pikiran terus teralihkan. Namun saat malam, ketika semua mulai hening, tidak ada lagi gangguan yang menahan pikiran kita untuk “berkelana”.

Selain itu, tubuh memang sedang bersiap untuk beristirahat, tetapi pikiran tidak selalu ikut melambat. Justru dalam kondisi santai, otak sering memanfaatkan waktu untuk memproses berbagai hal yang belum sempat dipikirkan secara mendalam sebelumnya. Akibatnya, berbagai kekhawatiran, penyesalan, atau skenario “bagaimana jika” muncul tanpa diundang.

Faktor emosional juga berperan besar. Malam hari sering membuat seseorang lebih sensitif. Perasaan yang dipendam sepanjang hari bisa muncul ke permukaan, membuat kita lebih mudah merenung atau bahkan mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.

Kurangnya aktivitas fisik menjelang malam juga bisa memperparah overthinking. Ketika tubuh tidak cukup lelah, pikiran cenderung tetap aktif. Ini membuat kita sulit untuk benar-benar rileks dan tertidur dengan tenang.

Selain itu, kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur juga bisa menjadi pemicu. Informasi yang kita konsumsi, seperti media sosial atau berita, dapat memicu pikiran untuk terus bekerja. Tanpa disadari, ini membuat otak sulit “dimatikan”.

Untuk mengurangi overthinking di malam hari, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, membuat rutinitas sebelum tidur seperti membaca buku ringan, menulis apa yang sedang dipikirkan, atau melakukan pernapasan santai. Aktivitas ini membantu memberi sinyal pada tubuh dan pikiran bahwa sudah waktunya beristirahat.

Yang tidak kalah penting, cobalah untuk menerima bahwa tidak semua hal harus dipikirkan sekaligus. Ada hal-hal yang bisa ditunda untuk besok. Memberi jeda pada pikiran bukan berarti menghindar, tetapi memberi ruang agar kita bisa kembali lebih jernih.

Pada akhirnya, overthinking di malam hari adalah hal yang manusiawi. Namun dengan kebiasaan yang tepat, kita bisa belajar mengelola pikiran agar malam kembali menjadi waktu untuk beristirahat, bukan untuk tenggelam dalam kekhawatiran.




google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....