Mengapa Kota-kota di Indonesia Terasa Semakin Panas?

  • 18 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung Banyak masyarakat mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas, terutama di wilayah perkotaan. Meski kondisi cuaca dipengaruhi berbagai faktor, para ahli menilai peningkatan suhu yang dirasakan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh perubahan musim, tetapi juga perkembangan kota yang semakin pesat.

Salah satu penyebab utama adalah fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. Fenomena ini terjadi ketika kawasan perkotaan menyerap dan menyimpan lebih banyak panas dibanding daerah sekitarnya. Permukaan seperti aspal, beton, gedung, dan jalan raya cenderung menyerap panas matahari pada siang hari dan melepaskannya kembali secara perlahan, sehingga suhu tetap tinggi bahkan pada malam hari.

Selain itu, berkurangnya ruang terbuka hijau turut memperparah kondisi tersebut. Pohon dan vegetasi berfungsi membantu menurunkan suhu melalui proses penguapan air dan memberikan keteduhan. Namun, seiring meningkatnya pembangunan permukiman, pusat perbelanjaan, dan kawasan bisnis, banyak area hijau yang beralih fungsi menjadi kawasan terbangun.

Para peneliti juga mengaitkan peningkatan suhu dengan perubahan iklim global. Kenaikan suhu rata-rata bumi menyebabkan gelombang panas menjadi lebih sering terjadi di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bentuk cuaca yang lebih panas, tetapi juga meningkatnya kebutuhan energi untuk pendingin ruangan, risiko gangguan kesehatan, dan penurunan kualitas lingkungan.

Aktivitas manusia di perkotaan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan suhu. Kendaraan bermotor, industri, penggunaan pendingin udara, hingga konsumsi energi dalam jumlah besar menghasilkan panas tambahan yang terakumulasi di lingkungan sekitar. Semakin padat suatu kota, semakin besar pula panas yang dihasilkan dari berbagai aktivitas tersebut.

Para ahli menilai upaya memperbanyak ruang terbuka hijau, menjaga kawasan resapan air, mengembangkan transportasi ramah lingkungan, serta menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak panas perkotaan. Di tengah pertumbuhan kota yang terus berlangsung, langkah-langkah tersebut menjadi penting agar wilayah perkotaan tetap nyaman dan sehat untuk ditinggali masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....