Ketika Notifikasi Tak Lagi Mengusir Rasa Sepi

  • 18 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kemajuan teknologi membuat manusia semakin mudah terhubung satu sama lain. Melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga panggilan video, komunikasi dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja. Namun di tengah kemudahan tersebut, banyak orang justru mengaku merasa semakin kesepian.

Fenomena ini menjadi perhatian berbagai peneliti dan organisasi kesehatan dunia. Kesepian tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki teman atau hidup sendirian. Seseorang dapat memiliki banyak koneksi di media sosial, aktif dalam berbagai grup percakapan, tetapi tetap merasa tidak memiliki hubungan yang dekat dan bermakna dengan orang lain.

Para ahli menjelaskan bahwa interaksi digital tidak selalu mampu menggantikan kualitas hubungan yang terjalin secara langsung. Percakapan melalui layar sering kali hanya berfokus pada informasi singkat dan respons cepat, sementara kebutuhan emosional manusia umumnya terpenuhi melalui interaksi yang lebih mendalam, seperti berbagi cerita, mendapatkan dukungan, atau menghabiskan waktu bersama secara langsung.

Selain itu, media sosial juga dapat memunculkan perasaan tertinggal atau kurang puas terhadap kehidupan sendiri. Ketika seseorang terus melihat unggahan tentang pencapaian, liburan, atau kebahagiaan orang lain, muncul kecenderungan untuk membandingkan diri. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memperkuat perasaan kesepian dan menurunkan kesejahteraan psikologis.

Kalangan muda menjadi salah satu kelompok yang paling sering membicarakan isu kesepian di era digital. Meski tumbuh dengan teknologi dan memiliki akses komunikasi yang luas, banyak di antara mereka mengaku kesulitan membangun hubungan yang benar-benar dekat. Kesibukan, mobilitas yang tinggi, serta berkurangnya ruang interaksi sosial secara langsung menjadi beberapa faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut.

Para pakar kesehatan mental menilai pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi nyata. Meluangkan waktu untuk bertemu keluarga, berbincang dengan teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau sekadar berinteraksi tanpa gawai dapat membantu memperkuat hubungan sosial. Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, kualitas hubungan antarmanusia tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....