Peremajaan Jadi Kunci, Petani Kakao Tingkatkan Produktivitas
- 12 Feb 2026 21:32 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Untuk menjaga produktivitas kebun kakao, Ahmad Bella Bahren, petani kakao asal Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, sejak 2021 melakukan peremajaan tanaman dengan metode penyetekan. Peremajaan dilakukan bukan dengan menanam baru, melainkan menyetek batang samping tanaman lama. Setelah satu tahun, batang utama ditebang dan digantikan tunas baru.
“Itu namanya meremajakan, bukan menanam baru,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Dari proses tersebut, tanaman kakao mulai berbunga dan berbuah pada usia sekitar 2,5 tahun. Adapun varietas yang digunakan antara lain MCC02, THR, dan MCC01. Menurut Ahmad, varietas MCC02 menjadi yang paling unggul, baik dari ukuran biji maupun produktivitas.
“Bijinya besar, kalau orang Lampung bilang pepih. Produksinya juga lebih mantap,” kata dia.
Dalam kondisi optimal, kebun kakao miliknya mampu menghasilkan hingga dua ton per tahun. Bahkan, ketika tanaman berusia lima tahun, produksi bisa mencapai sekitar tiga ton per hektare.
Produktivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh pemupukan dan perawatan rutin. Pemupukan dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan metode dikubur di tanah, serta ditambah pupuk cair untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.
Ahmad mengaku tidak terlalu kesulitan memperoleh pupuk. Salah satunya pupuk bermerek Pelangi yang kini telah masuk dalam skema subsidi.
“Dulu non-subsidi, sekarang subsidi karena kakao masuk enam komoditas utama,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada pelatihan berkelanjutan dari pemerintah daerah serta pelibatan generasi muda agar kakao di Pesawaran memiliki masa depan yang lebih kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....