Menghadapi anak yang kecanduan Gawai
- 30 Jan 2026 11:07 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung -Kecanduan gawai pada anak menjadi salah satu permasalahan serius yang banyak dihadapi orang tua di era digital saat ini. Penggunaan handphone yang berlebihan tidak hanya menyulitkan orang tua dalam mengatur waktu anak, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan, pola tidur, serta kemampuan konsentrasi anak saat belajar.
Banyak orang tua mengaku kesulitan membatasi anak dalam bermain handphone. Gawai yang awalnya digunakan sebagai sarana belajar dan hiburan justru berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Anak cenderung menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk bermain gim, menonton video, atau mengakses media sosial.
Dampak paling nyata dari kecanduan gawai adalah kurangnya waktu tidur dan istirahat. Anak yang terlalu lama bermain handphone, terutama pada malam hari, sering tidur larut dan bangun dalam kondisi lelah. Akibatnya, anak menjadi mudah mengantuk, kurang fokus, dan sulit berkonsentrasi saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selain itu, penggunaan gawai secara berlebihan juga berpengaruh pada penurunan prestasi belajar. Guru kerap menemukan anak yang kurang aktif di kelas, lambat memahami pelajaran, serta menunjukkan sikap kurang disiplin. Kondisi ini tidak jarang memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, para ahli pendidikan menyarankan agar orang tua mengambil peran aktif dalam mengelola penggunaan gawai anak. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menetapkan aturan yang jelas terkait durasi dan waktu penggunaan handphone, terutama pada malam hari. Orang tua juga dianjurkan untuk tidak memberikan gawai saat waktu belajar atau menjelang tidur.
Selain pembatasan waktu, pendampingan dan komunikasi menjadi kunci penting. Orang tua perlu menjelaskan kepada anak mengenai dampak negatif kecanduan gawai terhadap kesehatan dan prestasi belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. Pendekatan yang persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan larangan keras yang justru dapat memicu konflik.
Mengalihkan perhatian anak ke kegiatan positif seperti olahraga, membaca buku, bermain di luar rumah, atau mengikuti kegiatan seni juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada handphone. Dengan aktivitas yang menyenangkan, anak akan lebih mudah melupakan gawai.
Kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah juga menjadi faktor penting dalam menangani kecanduan gawai pada anak. Sekolah dapat memberikan edukasi literasi digital, mengawasi penggunaan handphone di lingkungan sekolah, serta menjalin komunikasi intensif dengan orang tua mengenai perkembangan anak.
Permasalahan kecanduan gawai pada anak membutuhkan perhatian bersama. Dengan pengawasan yang konsisten, komunikasi yang baik, serta kerja sama antara keluarga dan sekolah, anak diharapkan dapat menggunakan teknologi secara bijak tanpa mengorbankan kesehatan, waktu istirahat, dan konsentrasi belajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....