Generasi Muda Diminta Bijak Mengelola Paparan Media Sosial

  • 04 Okt 2026 03:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Arus informasi yang semakin cepat melalui media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi mental generasi muda. Wulansari dalam dialog bersama Pro 2 RRI Banda Aceh mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan media sosial dan membangun batasan yang sehat dalam kehidupan digital.

Menurut Wulansari, aktivitas scrolling di media sosial memang dapat memberikan kesenangan karena berkaitan dengan mekanisme penghargaan di otak, tetapi penggunaan secara berlebihan berpotensi membuat seseorang mengalami kelelahan. “Scrolling itu sebenarnya ternyata menyenangkan, karena memang itu menghasilkan dopamin,” katanya saat diwawancarai RRI pada Kamis 1 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, persoalan muncul ketika seseorang terus berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa memberikan kesempatan kepada otak untuk memproses informasi secara optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi pola istirahat, terutama ketika penggunaan telepon seluler dilakukan secara berlebihan menjelang waktu tidur.

“Video pendek yang ternyata otak belum selesai memproses sudah ada lagi informasi baru, belum selesai sudah ada lagi informasi baru, itu kan bisa jadi kita kelelahan,” ujar Wulansari. Karena itu, ia menyarankan masyarakat, khususnya generasi muda, mulai membatasi penggunaan layar terutama sebelum tidur dan sesaat setelah bangun.

Selain membatasi durasi penggunaan, pengguna media sosial juga dinilai perlu lebih selektif terhadap akun dan konten yang dikonsumsi setiap hari. Wulansari menyebut konten yang terus menimbulkan kecemasan atau membuat seseorang merasa semakin buruk terhadap dirinya tidak harus dipertahankan dalam linimasa.

“Kalau ada konten yang membuat kita merasa cemas, ya sudah tinggalkan, unfollow saja,” katanya. Menurutnya, menetapkan batasan di ruang digital merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental karena apa yang dikonsumsi melalui media sosial pada akhirnya dapat memengaruhi pikiran dan kondisi seseorang.

Wulansari juga menyoroti kecenderungan generasi muda yang terlalu memikirkan penilaian orang lain ketika menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar seseorang tidak terlalu sibuk memikirkan komentar orang lain selama sesuatu yang dibagikan tidak melanggar aturan, norma, merugikan orang lain, atau mencoreng nama baik diri dan keluarga.

“Yang penting tidak melanggar hukum agama, tidak melanggar norma sosial, tidak melanggar aturan, tidak merugikan orang, bahkan tidak mencoreng nama baik diri sendiri,” tutur Wulansari. Ia menegaskan, setelah sesuatu dibagikan ke ruang digital, penilaian orang lain berada di luar kendali pengguna sehingga yang perlu diperhatikan adalah memastikan konten tersebut benar dan baik sebelum dibagikan. Pasted text

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....