Ketahanan Keluarga Penting Lindungi Anak dari Perilaku Berisiko
- 27 Agt 2026 21:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, BANDA ACEH — Ketahanan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era digital.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog PPA RRI Senin 24 Agustus 2026, yang membahas strategi penguatan dan ketahanan keluarga sebagai upaya pencegahan perilaku berisiko dan HIV-AIDS, dengan menghadirkan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriady.R.M.Kes, serta Regina Fadilla, S.Psi dari Daiyyah DSI Kota Banda Aceh.
Regina mengatakan, keluarga perlu menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, rasa aman, pendidikan, dan ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapinya.
Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga perlu membangun kedekatan emosional dengan anak. Komunikasi terbuka dan waktu berkualitas bersama anak menjadi bagian penting dalam pengawasan tumbuh kembang mereka.
Ia menambahkan, orang tua juga perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Sikap murung, ketakutan ketika ditinggalkan, enggan kembali ke sekolah atau asrama, maupun perubahan perilaku secara tiba-tiba perlu menjadi perhatian dan ditelusuri secara bijak.
Regina juga mendorong orang tua memberikan pendidikan mengenai batasan tubuh, privasi, pergaulan dan kesehatan reproduksi sejak dini, dengan bahasa yang sesuai usia anak.
Sementara itu, drg. Supriady mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gawai dan lingkungan pergaulan anak. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah memperoleh berbagai informasi, sehingga pendampingan orang tua diperlukan agar anak mampu memilah informasi yang diterimanya.
Ia menyebut, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Dalam dialog tersebut juga ditekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Pendidikan moral, spiritual, karakter dan kesehatan juga perlu mendapat perhatian yang seimbang.
Orang tua juga diharapkan tidak mengedepankan hukuman atau penolakan ketika anak menghadapi persoalan, melainkan membangun komunikasi dan pendampingan agar anak tetap memiliki tempat yang aman untuk bercerita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....