Disdik Banda Aceh Dorong Penguatan Budaya Mendengar Suara Siswa

  • 02 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh mendorong penguatan budaya mendengar suara siswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas di daerah tersebut. Hal ini menjadi salah satu pesan utama menjelang peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) yang diperingati setiap 2 September.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd, mengatakan siswa harus ditempatkan sebagai subjek dalam proses pendidikan, bukan sekadar objek pembelajaran. Menurutnya, suara anak menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Anak itu bukan objek, siswa itu bukan objek, siswa itu bukan akhir, tapi siswa itu adalah subjek,” kata Sulaiman dalam dialog RRI Perempuan dan Anak pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menilai ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

Sulaiman menjelaskan pendidikan berkualitas tidak hanya dapat diukur dari nilai akademik, peringkat, maupun kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga terlihat ketika siswa merasa aman, nyaman, tidak tertekan, serta memperoleh ruang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi selama berada di lingkungan pendidikan.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh sekaligus Bintang Sobat SMP Provinsi Aceh 2026 tingkat nasional, Aisyah Naura Alvian. Ia mengatakan siswa membutuhkan orang dewasa yang bersedia mendengar tanpa langsung memarahi atau menghakimi ketika mereka menyampaikan persoalan.

“Sebagai siswa dan juga seorang anak, Aisyah ingin merasa kita ini didengar tanpa langsung dimarahi atau dihakimi,” ujar Aisyah. Ia menyebut berbagai ide yang disampaikan siswa melalui OSIS juga dapat memberikan manfaat bagi teman-teman dan lingkungan sekolah.

Sementara itu, Bintang Sobat SMP dari SMP Negeri 3 Banda Aceh, Audrey Virgiawan, menilai keberanian siswa menyampaikan pendapat membutuhkan rasa percaya diri dan lingkungan yang mendukung. Momentum Hardikda diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi anak. Dengan mendengar suara anak, pendidikan di Banda Aceh diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kesiapan menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....