Tantangan Digitalisasi, Dinas Pendidikan Banda Aceh Dorong Pendampingan Siswa

  • 02 Sep 2026 10:14 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi dalam dunia pendidikan di Kota Banda Aceh. Di satu sisi, teknologi dapat mendukung proses pembelajaran, namun di sisi lain penggunaan yang tidak terarah berpotensi memengaruhi perilaku dan kehidupan sosial peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd mengatakan guru dan kepala sekolah perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta karakter generasi saat ini. Menurutnya, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu bagian penting agar pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat berjalan secara tepat dan terarah.

Sulaiman menyebut terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari paparan informasi yang tidak sesuai, tingginya penggunaan gawai, hingga berkurangnya interaksi sosial anak. Ia menilai persoalan tersebut perlu diantisipasi melalui pemetaan penggunaan teknologi, sehingga perangkat digital tetap menjadi sarana pembelajaran dan bukan justru menimbulkan persoalan baru.

“Jangan biarkan anak itu memanfaatkan aplikasi itu dengan sendirinya. Harus ada dampingan,” kata Sulaiman dengan RRI pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menilai guru juga harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat mendampingi siswa dalam menggunakan berbagai teknologi dan aplikasi yang berkembang.

Menurut Sulaiman, digitalisasi tetap memiliki manfaat besar apabila digunakan secara tepat dalam pembelajaran. Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh terus mendorong peningkatan kapasitas guru sekaligus pemanfaatan sarana digital untuk mendukung komunikasi dua arah antara siswa, guru, dan orang tua.

Pandangan tersebut sejalan dengan Audrey Virgiawan yang menilai media sosial dapat dimanfaatkan pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan bakat. “Kita menjaga etika dalam bermedia sosial,” ujar Audrey, seraya mendorong siswa memilih konten edukatif, menggunakan media sosial secara bijak, dan memanfaatkannya untuk menunjukkan kemampuan secara positif.

Selain kemampuan memanfaatkan teknologi, Audrey menilai siswa juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bertanggung jawab, disiplin, dan terus belajar.

Sementara Aisyah Naura Alfian mengajak pelajar agar tidak takut mencoba hal baru dan percaya bahwa setiap anak memiliki potensi masing-masing. Tantangan pendidikan di era digital dengan demikian bukan sekadar bagaimana anak menguasai teknologi, tetapi bagaimana teknologi digunakan secara bijak untuk membangun karakter, kreativitas, dan kesiapan menghadapi perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....