Rumah Pangan Aceh Dorong Penerapan Pertanian Regeneratif Hadapi Krisis Iklim

  • 06 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rumah Pangan Aceh terus mendorong penerapan pertanian regeneratif sebagai salah satu solusi menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan petani, penggunaan pupuk organik, hingga pengembangan komoditas yang dinilai lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

Founder dan Executive Director Rumah Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, mengatakan perubahan iklim telah mengubah pola pertanian sehingga petani perlu menyesuaikan cara budidaya agar tetap mampu mempertahankan hasil produksi. Menurutnya, pendekatan pertanian regeneratif menjadi salah satu strategi yang tidak hanya menjaga produktivitas lahan, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

"Kita fokus kepada transisi pertanian dari pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia berlebih menuju pertanian yang regeneratif," kata Rivan dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh pada Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia menjelaskan setiap program yang dijalankan Rumah Pangan Aceh selalu mempertimbangkan tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Menurut Rivan, salah satu bentuk adaptasi yang diterapkan kepada petani mitra adalah mendorong sistem tumpang sari atau menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan. Cara tersebut dinilai mampu mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem maupun serangan hama, sekaligus memberikan peluang pendapatan yang lebih stabil ketika salah satu komoditas mengalami penurunan harga.

Selain itu, Rumah Pangan Aceh juga mengedukasi petani agar mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik yang dapat dibuat dari bahan-bahan di sekitar lingkungan. "Gunakanlah pupuk-pupuk organik, karena itu sangat murah dan ada di sekitar kita," ujar Rivan saat diwawancarai RRI pada Sabtu 1 Agustus 2026. Ia menilai penggunaan pupuk organik dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan mikroorganisme, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan.

Dalam menghadapi musim kering, Rumah Pangan Aceh juga memperkenalkan pengembangan kacang koro pedang sebagai salah satu tanaman yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kekeringan. Berdasarkan hasil pendampingan di lapangan, tanaman tersebut tetap mampu tumbuh saat beberapa komoditas lain, seperti cabai, jagung, dan mentimun mengalami penurunan produktivitas akibat minimnya curah hujan.

Rivan berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam memperkuat sistem pangan lokal melalui inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menegaskan ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat agar transformasi menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....