BNN Kota Banda Aceh Dorong Warga Lampisang Dayah Kembangkan Usaha Legal
- 09 Sep 2026 18:04 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional Kota Banda Aceh melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang selama 3 hari mulai 9 hingga 11 September 2026, bertempat di Meunasah Gampong Lampisang Dayah Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar, Rabu 9 September 2026.
Kegiatan yang di hadiri oleh Plt. Kepala BNN Kota Banda Aceh, Camat Selimuem, Keuchik gampong Lampisang dayah, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026, bertempat di Meunasah Gampong Lampisang Dayah.
Bimtek Life Skill ini merupakan bagian dari implementasi Grand Design Alternative Development (GDAD) atau Program Pemberdayaan Alternatif. Program tersebut bertujuan mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan, usaha legal, dan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BNN Kota Banda Aceh berupaya memberikan pembekalan keterampilan yang dapat menjadi alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, mandiri, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Plt. Kepala BNN Kota Banda Aceh Kombes Pol. Dhani Catra Nugraha, S.H., S.I.K., M.H dalam sambutannya menegaskan bahwa program pemberdayaan alternatif merupakan salah satu strategi BNN dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas yang berisiko melanggar hukum dengan menghadirkan pilihan usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Masyarakat berasal dari 3 dusun di Gampong Lampisang Dayah dan diberikan pelatihan lifeskill berupa pembuatan perabotan rumah tangga kursi dan meja.
Pelatihan Lifeskill ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya beralih ke usaha legal yang memiliki prospek ekonomi jangka panjang. harapan setelah mengikuti pelatihan, para peserta ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing dan ketrampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya sehingga manfaat program semakin luas dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
peserta juga mendapatkan mendapatkan pembelajaran teori dan praktik secara langsung, mulai dari pengoperasian mesin produksi, penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proses produksi, hingga strategi pemasaran perabotan rumah tangga yang telah selesai dibuat. Serta memperoleh materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, BNN berharap masyarakat kawasan rawan tanaman terlarang dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang produktif, mandiri secara ekonomi, serta memiliki ketahanan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Keuchik Lampisang Dayah, M.Amsal yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen BNN dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan alternatif. Menurutnya, permasalahan tanaman terlarang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....