Anak Rentan Terpapar Konten Negatif di Ruang Digital

  • 23 Mei 2026 21:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Besar, Drs. Fadlan, mengingatkan orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital guna mencegah paparan konten negatif.

Dalam dialog “Indonesia Layak Anak” di Pro 1 RRI Banda Aceh, Minggu 10 Mei 2026, Fadlan mengatakan perkembangan teknologi digital membawa manfaat sekaligus risiko bagi anak-anak apabila tidak diawasi secara baik oleh keluarga.

Menurutnya, ancaman yang paling sering muncul di ruang digital meliputi paparan pornografi, game online adiktif, hingga konten yang berdampak pada psikologis anak.

“Kita terus melakukan penguatan kepada masyarakat terkait bagaimana memanfaatkan teknologi secara cerdas sehingga manfaatnya lebih besar dan dampak negatifnya bisa diminimalisir,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas sebagai dasar pengawasan aktivitas digital anak.

Fadlan menilai keluarga memegang peran paling strategis dalam perlindungan anak di ruang digital karena orang tua menjadi pihak pertama yang membimbing sekaligus mengawasi penggunaan gawai.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga menjalankan berbagai program edukasi melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja dan pusat konseling untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pendampingan digital bagi anak.

“Keluarga adalah pengarah, pelindung, pendamping, sekaligus penguat bagi anak-anak memasuki dunia digital,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan regulasi turunan di tingkat daerah guna memperkuat perlindungan anak di internet, termasuk pengaturan akses konten berdasarkan kelompok usia.

Ia berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak.

“Yang penting bagi kita adalah membangun integritas anak agar mampu memilih dan memilah informasi yang bermanfaat dan menghindari konten negatif,” ujar Fadlan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....