Sinergi Keluarga dan Sekolah Penting Lindungi Remaja Aceh
- 23 Agt 2026 00:19 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan layanan sosial dinilai penting dalam melindungi remaja Aceh dari berbagai ancaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Kasi Perundang-undangan Syariat Islam Dinas Syariat Islam Aceh, Irhanma Yusra, S.Ag., M.Us, mengatakan masa remaja merupakan fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai perkembangan fisik, psikologis, dan sosial secara cepat.
Menurutnya, pembinaan remaja tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Pendidikan harus diperkuat dengan nilai-nilai agama, keteladanan keluarga, serta pendampingan sosial.
“Pendidikan menjadi wadah pembentukan intelektual dan karakter, syariat Islam sebagai pondasi akhlak, moral dan spiritual, sedangkan layanan sosial menjadi pendamping dalam mengatasi persoalan sosial remaja,” kata Irhanma dalam Dialog Indonesia Layak Anak RRI Banda Aceh, 9 Agustus 2026.
Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Orang tua harus menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai agama dan membangun komunikasi yang baik dengan anak.
Pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler dan media sosial juga dinilai perlu dilakukan secara bijak. Orang tua tidak harus melarang anak menggunakan teknologi, tetapi perlu mengatur waktu dan memberikan pengawasan terhadap konten maupun aktivitas digital anak.
Irhanma menilai pemerintah juga memiliki peran melalui regulasi, pendidikan, sosialisasi, serta penguatan kerja sama dengan lembaga pendidikan, tokoh agama dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Lanjut Kasus UPTD PPA DP3A Aceh, Nurjanisah, mengatakan keluarga yang rentan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami kekerasan.
Ia menyebut, pengaruh media sosial, teman sebaya, bullying, serta berbagai modus perekrutan anak melalui ruang digital juga menjadi tantangan yang perlu diwaspadai.
Nurjanisah mengajak orang tua, guru, dan masyarakat lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Anak yang tiba-tiba menjadi pendiam, mengalami penurunan prestasi, atau menunjukkan perubahan perilaku perlu mendapat perhatian dan pendampingan.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar kebutuhan pendidikan, kesehatan, psikologis, hukum, dan sosial anak dapat terpenuhi.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat upaya mewujudkan Aceh dan Indonesia yang layak bagi anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang remaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....