Bank Sampah Solusi Pengelolaan Sampah Perkotaan di Aceh

  • 23 Mei 2026 21:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pengelolaan sampah perkotaan di Aceh dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari masyarakat, komunitas, hingga pemerintah daerah. Yayasan Aceh Green Conservation (AGC) menilai konsep bank sampah dan pemilahan dari rumah tangga menjadi salah satu solusi yang efektif mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Biro Organisasi Yayasan Aceh Green Conservation, Nuruliana Daba, S.Pd., dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 9 Mei 2026, mengatakan volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan dengan pertumbuhan usaha kuliner serta warung kopi.

“Ketika sampah semakin banyak tentunya kerusakan lingkungan akan cepat terjadi. Makanya kita mencoba berbagai upaya agar masyarakat mulai mengelola penggunaan sampah,” kata Nuruliana.

Menurut dia, AGC sejak 2017 telah melakukan advokasi pengelolaan sampah terintegrasi di Kabupaten Bireuen melalui program percontohan bank sampah di Desa Blang Hasan, Kecamatan Peusangan.

Dalam program tersebut, masyarakat diminta memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah plastik dan botol bekas kemudian dikumpulkan ke desa untuk dibeli, sebelum diteruskan ke dinas terkait.

“Tujuannya agar sampah rumah tangga sudah dipilah sejak dari sumbernya sehingga mengurangi beban TPA,” ujarnya.

Nuruliana mengakui pada awal pelaksanaan program sempat muncul penolakan dari masyarakat. Namun setelah dilakukan sosialisasi secara bertahap, warga mulai memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi.

“Lambat laun masyarakat akhirnya menerima dan sekarang masyarakat juga yang memanen hasilnya,” katanya.

Ia menyebut pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat dari “kumpul-angkut-buang” menjadi “pilah-kelola-manfaatkan”.

Selain itu, AGC juga menggandeng sekolah, komunitas, dan pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini.

Nuruliana berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat sehingga persoalan sampah perkotaan di Aceh dapat ditangani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....