Banda Aceh Kembangkan Program Pilah Sampah

  • 09 Jun 2026 08:07 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Banda Aceh dinilai menunjukkan perkembangan yang positif. Melalui program pemilahan sampah dari sumber atau Waste Collecting Point (WCP), volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Hidup UIN Ar-Raniry, Ir. Syarifah Seicha Fathma, M.T mengatakan Banda Aceh saat ini selangkah lebih maju dibandingkan sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, program WCP telah diterapkan di sejumlah titik dengan melibatkan masyarakat, terutama kaum ibu sebagai penggerak utama.

“Di Kota Banda Aceh sendiri kita punya Waste Collecting Point, sekitar 20 hingga 30 rumah melakukan pemilahan sampah. Penggeraknya adalah ibu-ibu, dan saat ini sudah ada sekitar 19 titik WCP,” jelas Syarifah kepada RRI Banda Aceh, Sabtu 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, melalui sistem tersebut, sampah dipilah sejak dari rumah tangga sehingga hanya sekitar 20 persen yang berakhir di TPA. Sementara sisanya dapat dimanfaatkan kembali melalui mekanisme ekonomi sirkular.

“Hanya sekitar 20 persen yang dibawa ke TPA. Selebihnya dibeli oleh DLHK atau Bank Sampah Universitas Syiah Kuala sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Syarifah menambahkan, warga yang aktif mengikuti program ini juga memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan sampah anorganik seperti botol plastik, tutup botol, dan kardus. Ia berharap model pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut dapat diperluas ke lebih banyak wilayah sehingga mampu mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....