Program PKM Lamnga Fokus Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana

  • 03 Jun 2026 22:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Tim pelaksana Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Model Silvofishery sebagai Solusi Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana di Desa Lamnga, Aceh Besar.” Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan dari DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Nurfadillah, dengan anggota Irma Dewiyanti dan Chitra Octavina. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Hutan Mangrove GERBANG yang diketuai oleh Muhammad.

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan tambak berbasis silvofishery, yaitu sistem pemanfaatan lahan tambak yang mengintegrasikan kegiatan perikanan dengan pelestarian mangrove. Model ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas perikanan, menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana, seperti abrasi, banjir rob, dan degradasi lingkungan pesisir.

Ketua pelaksana kegiatan, Nurfadillah menyampaikan bahwa penerapan silvofishery di Desa Lamnga diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan tambak yang produktif, ekologis, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan tambak secara produktif tanpa mengabaikan fungsi ekologis mangrove. Silvofishery menjadi salah satu solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari ancaman bencana,” ujar Nurfadillah.

Selain berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program silvofishery di Desa Lamnga berkontribusi terhadap SDGs 1: Tanpa Kemiskinan, melalui upaya peningkatan produktivitas tambak dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini juga mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok mitra dalam pengelolaan tambak berbasis mangrove.

Dari aspek lingkungan, kegiatan ini mendukung SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, karena pelestarian mangrove berperan penting dalam menyerap karbon, mengurangi risiko abrasi, serta memperkuat daya tahan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, program ini sejalan dengan SDGs 14: Ekosistem Lautan, karena mendorong perlindungan ekosistem pesisir, peningkatan kualitas habitat biota perairan, serta pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, DPPM Kemendiktisaintek, pemerintah desa, dan Kelompok Tani Hutan Mangrove GERBANG sebagai mitra masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi dasar penguatan kelembagaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan.

Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove GERBANG, Muhammad menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, program silvofishery sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Lamnga yang memiliki potensi tambak dan kawasan mangrove.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok dan masyarakat, terutama dalam meningkatkan hasil tambak, menjaga mangrove, serta memperkuat ekonomi masyarakat desa,” ungkap Muhammad.

Melalui dukungan DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang aplikatif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir.

Adapun Desa Lamnga diharapkan dapat menjadi salah satu contoh desa pesisir yang mengembangkan praktik perikanan ramah lingkungan berbasis mangrove sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, mitigasi bencana, perlindungan ekosistem pesisir, serta pencapaian SDGs secara nyata di tingkat desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....