Orang Tua Harus Selektif Memilih Daycare
- 04 Mei 2026 16:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Orang tua diminta lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih tempat penitipan anak (daycare), menyusul potensi terjadinya kekerasan yang tidak hanya bisa terjadi di lingkungan penitipan, tetapi juga di lingkup keluarga sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Rulia Hanifa, psikolog sekaligus dosen Psikologi Universitas Syiah Kuala, dalam perbincangan bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Senin 4 Mei 2026.
Menurut Rulia, pada dasarnya pengasuhan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Namun, dalam kondisi tertentu, anak kerap dititipkan kepada keluarga atau lembaga penitipan seperti daycare. Meski demikian, orang tua tidak boleh lengah dalam menentukan pilihan.
“Pelaku kekerasan itu tidak hanya di daycare, bisa juga terjadi di lingkungan keluarga. Artinya, di mana pun anak dititipkan, orang tua harus benar-benar mempelajari dan mengamati lingkungannya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya melakukan penelusuran secara menyeluruh sebelum memutuskan tempat penitipan anak. Orang tua disarankan untuk tidak terburu-buru dan membandingkan beberapa tempat terlebih dahulu.
“Kalau perlu, periksa satu per satu dari satu penitipan ke penitipan lain. Jangan terburu-buru. Jika tidak cocok, cari tempat lain, karena yang kita titipkan adalah sesuatu yang sangat berharga,” katanya.
Dari sisi psikologis, Rulia menjelaskan bahwa dampak kekerasan pada anak usia dini bisa berlangsung panjang, bahkan ketika anak tidak mampu mengungkapkannya secara verbal. Hal ini karena trauma tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga dapat terekam dalam respons tubuh.
“Pada anak usia sekitar tiga tahun, trauma tidak hanya menyasar memori, tapi tubuh juga ‘mengingat’. Meskipun secara pikiran anak tidak mengingat, tubuhnya tetap merespons,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan trauma jangka panjang, termasuk yang disebut sebagai trauma yang bersifat mendalam dan berpengaruh hingga fase perkembangan berikutnya. Kondisi ini diperparah karena anak belum mampu menyampaikan apa yang dirasakannya.
“Anak-anak belum bisa mengungkapkan secara jelas karena mereka masih bergantung pada orang dewasa. Akibatnya, trauma bisa terus berlanjut jika tidak disadari sejak dini,” ujarnya.
Untuk itu, Rulia mengimbau orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak sebagai indikator awal adanya masalah. “Kita harus cepat menyadari perubahan perilaku anak. Itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Jadi orang tua perlu benar-benar berhati-hati,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....