Kebakaran Lahan Terjadi di Beberapa Titik di Lhokseumawe

  • 30 Apr 2026 15:04 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan terjadinya beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Lhokseumawe dalam dua hari terakhir, yakni pada 27 hingga 28 April 2026.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Lhokseumawe, kejadian pertama terjadi pada Senin 27 April 2026 di dua lokasi berbeda. Kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua sekitar pukul 14.02 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare. Sementara itu, kejadian lainnya terjadi di Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti pada pukul 12.55 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 300 meter.

Tim pemadam kebakaran BPBD Kota Lhokseumawe langsung merespons dengan mengerahkan dua unit armada ke lokasi di Muara Dua dan satu unit armada ke Banda Sakti. Api yang sempat menjalar hingga mendekati permukiman warga berhasil dipadamkan masing-masing dalam waktu sekitar 45 menit dan 25 menit.

Kejadian karhutla kembali terjadi pada Selasa 28 April 2026 di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat sekitar pukul 12.48 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 800 meter persegi. Tim BPBD mengerahkan satu unit armada pemadam dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 35 menit.

Pada hari yang sama, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti pada pukul 19.50 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 400 meter persegi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit setelah satu unit armada damkar dikerahkan ke lokasi.

BPBA memastikan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, antara lain Damkar BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC), relawan kebakaran (Redkar), ERPA Atjeh, RAPI, TNI/Polri, serta masyarakat setempat.

BPBA mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kejadian serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....