Tekanan Sosial Perempuan Meningkat, Media Sosial Picu Standar Hidup Baru

  • 28 Apr 2026 07:34 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fenomena tekanan sosial terhadap perempuan kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu ini mencuat terkait perdebatan antara hidup untuk diri sendiri atau mengikuti penilaian orang lain.

Konten tentang peran perempuan dan laki-laki kerap memicu pro dan kontra di dunia maya. Perdebatan tersebut terus berulang dan menjadi konsumsi publik di berbagai platform sosial media.

Pengurus Departemen Humas dan Kemitraan Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Aceh Suri Afnanita, menilai fenomena ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin ramai dibicarakan. Menurutnya, tekanan terbesar yang dialami perempuan bukan hanya soal pekerjaan.

“Kelelahan perempuan sering muncul karena tuntutan standar sosial yang tinggi. Banyak perempuan merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain dalam berbagai aspek kehidupan,Ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI Banda Aceh, Minggu 26 April 2026.

Standar tersebut kerap muncul dari lingkungan sekitar maupun media sosial yang terus membandingkan kehidupan seseorang. Hal ini membuat sebagian perempuan merasa tidak cukup baik dengan dirinya sendiri.

Suri menyebut media sosial memiliki peran besar dalam membentuk standar hidup baru di masyarakat. Konten-konten seperti pencapaian pribadi hingga pernikahan sering menjadi pemicu tekanan sosial.

Dirinya juga menyoroti tekanan sosial yang dialami perempuan muda di lingkungan sehari-hari. Ia menilai tekanan tidak hanya datang dari dunia digital, tetapi juga dari lingkungan nyata.

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan seperti kelulusan, pekerjaan, hingga pernikahan sering menjadi tekanan bagi perempuan. Bahkan setelah menikah, tekanan sosial masih berlanjut terkait memiliki keturunan.

Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut seolah tidak pernah berhenti dalam setiap fase kehidupan perempuan. Kondisi ini membuat perempuan sering berada dalam tekanan sosial yang berlapis.

Dengan demikian, fenomena tekanan sosial terhadap perempuan tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Isu ini menjadi perhatian penting dalam melihat beban sosial yang terus dialami perempuan muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....