Maraknya Hadis di Media Sosial, Masyarakat Diminta Cermat Verifikasi
- 31 Agt 2026 22:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kemudahan memperoleh informasi keislaman melalui media sosial dan berbagai platform digital menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan beredarnya hadis yang belum tentu memiliki status atau sumber yang jelas.
Dosen Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINAR, Dr. Nur Baety Sofyan, Lc., MA, dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh Jumat 28 Agustus 2026 menyebut fenomena literasi hadis di tengah masyarakat digital ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan dalam memastikan kebenaran informasi yang diterima.
“Fenomena literasi hadis masyarakat digital saat ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi perkembangan media digital ini memang sangat positif. Kita sangat mengapresiasi karena kita mau apa pun menjadi mudah,” kata Dr. Nur Baety Sofyan.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai atau membagikan hadis yang ditemukan di media sosial sebelum memastikan sumber dan statusnya. Menurutnya, salah satu persoalan penting adalah memastikan apakah hadis yang beredar benar-benar berasal dari sabda Rasulullah SAW.
“Tantangannya adalah apakah hadis yang kita terima atau hadis yang di-share itu merupakan hadis yang benar-benar disabdakan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,” ujarnya.
Dr. Nur Baety Sofyan menegaskan pentingnya literasi hadis agar masyarakat memiliki kemampuan untuk memfilter berbagai informasi keislaman yang ditemukan di media sosial maupun platform digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....