Penguatan Kelompok Anak dan Remaja Jadi Kunci Kota Layak Anak
- 31 Mar 2026 21:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penguatan kelompok anak menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kota layak anak. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak dasar anak, tetapi juga mendorong mereka untuk berkembang menjadi individu yang mandiri dan berdaya.
Direktur Eksekutif GEN-A sekaligus Duta Pemuda Indonesia Provinsi Aceh 2025, Imam Maulana, dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh, Minggu 29 Maret 2026. Menjelaskan bahwa penguatan kelompok anak adalah proses mengubah anak-anak yang sebelumnya kurang memiliki kapasitas menjadi lebih kuat dan mampu. “Penguatan kelompok anak pada dasarnya adalah upaya membuat mereka yang belum mampu menjadi mampu dan mandiri,” ujarnya.
Menurut Imam, kemandirian merupakan indikator penting dari individu yang kuat. Anak-anak dan remaja didorong untuk mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan konsep tumbuh dan berkembang, di mana anak tidak hanya bertambah secara fisik, tetapi juga meningkat keterampilan dan kapasitasnya.
Dalam konteks kota layak anak, salah satu strategi utama adalah pelibatan remaja secara bermakna. Imam menekankan bahwa remaja tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. “Remaja harus diberi ruang untuk menjadi pelaku, misalnya menjadi MC, pemimpin kegiatan, bahkan pemberi edukasi kepada sesama,” jelasnya.
Selain itu, dukungan dari lingkungan juga menjadi faktor penting. Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan ruang berkegiatan, izin penggunaan fasilitas seperti posyandu, hingga alokasi dana desa untuk kegiatan yang mendukung pemenuhan hak anak.
Imam berharap, dengan penguatan kelompok anak yang berkelanjutan, akan lahir generasi muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga mandiri dan mampu berkontribusi dalam pembangunan lingkungan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....