Stigma Sosial Picu Korban Kekerasan Sering Menyalahkan Diri
- 31 Mar 2026 02:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Korban kekerasan, khususnya pelecehan, kerap mengalami tekanan psikologis yang membuat mereka menyalahkan diri sendiri atas peristiwa yang dialami. Hal ini dipengaruhi oleh stigma dan pandangan negatif yang berkembang di masyarakat.
Pendamping sekaligus Konselor Psikologi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banda Aceh, Eva Mulia Sara, mengatakan kondisi tersebut muncul karena faktor psikologis individu yang berbeda-beda, serta tekanan sosial yang kuat.
| Baca juga: Kondisi Sosial Ekonomi Picu Risiko TPPO |
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 30 Maret 2026, Eva menjelaskan korban pelecehan sering mempertanyakan diri sendiri, seperti menyalahkan keputusan atau situasi yang mereka hadapi saat kejadian berlangsung.
“Korban kerap berpikir, ‘kenapa saya berada di tempat itu’ atau mempertanyakan tindakan mereka sendiri, padahal jelas mereka adalah korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, persepsi negatif dari masyarakat turut memperparah kondisi tersebut. Misalnya, anggapan yang menyalahkan korban karena terlambat melapor atau cara berpakaian korban.
Menurut Eva, stigma seperti itu memiliki dampak besar terhadap kondisi mental korban, sehingga memperkuat rasa bersalah dan menghambat proses pemulihan.
“Pandangan masyarakat sangat mempengaruhi korban hingga akhirnya mereka ikut menyalahkan diri sendiri,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat agar tidak menyudutkan korban, melainkan memberikan dukungan dan rasa aman agar korban berani melapor serta menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....