Pemkab Nagan Raya Gandeng Akademisi USK pada Temu Karya Sinkronisasi RPJM
- 28 Feb 2026 17:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyelenggarakan kegiatan temu karya sinkronisasi implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Nagan Raya di Gedung Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, Sabtu 28 Februari 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Nagan Raya, TR Keumangan.
Temu karya ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dengan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) USK. Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan RPJM sekaligus menyelaraskan program dan kegiatan guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Nagan Raya.
Forum tersebut melibatkan akademisi USK, perangkat Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, serta unsur Pemerintah Aceh. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Prof. Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ, Kepala Bappeda Aceh Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, serta Kepala Bappeda Nagan Raya Siddiqi Abdul Rahman, S.E.
Dalam sambutannya, TR Keumangan menyampaikan bahwa temu karya tersebut menjadi ikhtiar memperkuat strategi dan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui sinkronisasi ini, kita ingin memastikan program pembangunan lebih spesifik, sistematis, serta berdampak pada peningkatan produktivitas sumber daya ekonomi potensial di Nagan Raya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan melalui optimalisasi sumber daya, disertai perbaikan akuntabilitas dan transparansi. Bupati juga mengapresiasi dukungan Pusat Riset Kita Kreatif USK dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif USK yang juga Staf Khusus Bupati Nagan Raya, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, S.E., M.S., menekankan pentingnya penyelarasan lintas perangkat daerah agar RPJM tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan.
“Sinkronisasi memastikan RPJM diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur, holistik, integratif, dan berkelanjutan,” kata Mukhlis.
Di kesempatan itu juga Kepala Bappeda Aceh, Zulkifli, menegaskan urgensi sinkronisasi program pembangunan di berbagai tingkatan pemerintahan agar selaras dengan visi dan misi Aceh maupun Kabupaten Nagan Raya.
“Kami berharap RPJM dapat dijalankan secara optimal dan bersinergi dengan pemerintah provinsi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Rustam Effendi menekankan bahwa RPJM harus selaras antara prioritas, program, indikator, dan kapasitas pendanaan.
“Tanpa sinkronisasi, program berpotensi berjalan parsial dan tumpang tindih sehingga dampaknya tidak optimal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran, termasuk melalui pengembangan sumber pendapatan baru seperti pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, menyebut forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog substantif antara pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan strategis lainnya. Agenda kegiatan mencakup pemaparan visi–misi kepala daerah, arah pembangunan berbasis RPJM, penataan ruang, hingga solusi kemandirian keuangan daerah.
Temu karya ini diikuti sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, termasuk staf ahli bupati dan kepala dinas terkait sektor strategis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....