Alarm Karhutla! BMKG Deteksi 93 Titik Panas di Aceh

  • 21 Jul 2026 11:28 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 93 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 19 Juli 2026 pukul 00.00–23.00 WIB.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Fitria Nur, dalam laporan yang diterima RRI menyampaikan bahwa titik panas tersebut terpantau melalui sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.

"Dari hasil pantauan sensor MODIS dan NOAA20/VIIRS, terdapat 93 titik panas di Provinsi Aceh pada periode 19 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB," ujar Fitria Nur dalam laporannya.

Berdasarkan peta sebaran hotspot, titik panas tersebar di beberapa kabupaten/kota, antara lain Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, Subulussalam, Nagan Raya, dan Pidie.

Sebagian besar titik panas berada pada tingkat kepercayaan sedang, namun BMKG juga mendeteksi beberapa titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Titik panas kategori tinggi tercatat di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, serta Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

Wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak terpantau berada di Kabupaten Aceh Barat, khususnya Kecamatan Samatiga, serta di Kabupaten Aceh Selatan pada kawasan Trumon dan Trumon Timur.

BMKG menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikator adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya dan berpotensi berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan atau hutan. Namun demikian, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai kebakaran tanpa verifikasi lapangan.

Fitria Nur mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

"Kami mengimbau agar dilakukan pemantauan lapangan dan langkah antisipasi dini guna mencegah meluasnya kebakaran, terutama di daerah yang terpantau memiliki titik panas kategori tinggi," katanya.

BMKG juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing. Pemantauan hotspot akan terus dilakukan secara berkala untuk mendukung upaya pencegahan karhutla di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....