Ramadan Digital, Remaja Diajak Bijak Bermedia Sosial
- 10 Feb 2026 21:19 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Pemanfaatan media digital di kalangan anak muda pada bulan Ramadan perlu diarahkan ke hal-hal yang positif agar tidak mengurangi nilai ibadah. Di tengah kebiasaan scroll media sosial tanpa henti, remaja diingatkan untuk lebih bijak menggunakan gawai sebagai sarana memperkuat iman.
Sekretaris Departemen Infokom Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Khairun Ardiansyah, mengatakan media digital saat ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak muda. Namun, pemanfaatannya harus disesuaikan dengan nilai-nilai Ramadan.
| Baca juga: MAYOR 2026 Soroti Tren Kesehatan Global |
“Gadget itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer. Tinggal bagaimana kita menggunakannya. Kalau digunakan untuk hal baik, maka akan membawa kebaikan, kalau salah digunakan tentu sebaliknya,” ujar Khairun dalam program Cek Cerita Kamu di Pro 2 RRI Banda Aceh, Senin 9 Februari 2026.
Menurutnya, teknologi justru dapat memudahkan umat Islam dalam meningkatkan ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an digital, mengikuti kajian daring, hingga mengakses berbagai aplikasi pendukung ibadah. Ia mengingatkan agar anak muda tidak terjebak pada konten negatif yang dapat mengurangi pahala puasa. “Jangan sampai jari kita lebih sibuk daripada bibir kita untuk berzikir. Di bulan Ramadan ini pahala dilipatgandakan, jadi harus lebih selektif memilih konten yang ditonton,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Departemen Minat dan Bakat Remaja Masjid Raya Baiturrahman, Zarnuji, menilai penggunaan media sosial sangat bergantung pada niat dan kesadaran penggunanya. Ia menyebutkan, berbagi konten kebaikan tidak selalu bermakna pamer, tetapi bisa menjadi sarana dakwah dan motivasi. “Kita tidak bisa menilai niat seseorang hanya dari apa yang dia bagikan. Kalau yang dibagikan itu kebaikan dan berdampak positif, maka itu sangat baik, apalagi bisa memotivasi orang lain,” ujar Zarnuji.
Ia juga menyoroti kecenderungan anak muda yang menghabiskan waktu Ramadan untuk aktivitas kurang produktif, seperti bermain gim atau nongkrong berlebihan setelah tarawih. Padahal, menurutnya, gawai bisa dimanfaatkan untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau memperdalam ilmu agama.
Dalam dialog tersebut, keduanya juga memaparkan berbagai program Ramadan yang digelar Remaja Masjid Raya Baiturrahman, seperti Gema Ramadan, daurah, tahfiz dan tahsin Al-Qur’an, bakti sosial, safari Ramadan, hingga bazar Ramadan. Program ini terbuka bagi remaja dan masyarakat umum melalui mekanisme pendaftaran.
Khairun dan Zarnuji sepakat, Ramadan di era digital seharusnya menjadi momentum bagi anak muda untuk kembali menemukan jati diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan, bukan sebaliknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....