MAYOR 2026 Soroti Tren Kesehatan Global
- 12 Mei 2026 19:28 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Make Your Own Research (MAYOR) 2026, berpuncak pada Implementasi SCORE Goes Public (SGP) Level 4. Penelitian Berbasis Komunitas, yang menjadi sorotan utama dari seluruh rangkaian kegiatan.
Adapun berbeda dengan level sebelumnya yang berfokus pada pengembangan kapasitas teoritis, Level 4 secara langsung melibatkan peserta dalam penelitian ilmiah dunia nyata melalui implementasi berbasis komunitas. Kegiatan ini mencerminkan semakin pentingnya pengobatan berbasis bukti dan penelitian kesehatan masyarakat dalam mengatasi tantangan kesehatan modern di kalangan remaja, khususnya isu-isu yang berkaitan erat dengan gaya hidup dan kesejahteraan mental di era digital.
Project Officer, Fathi Syabab menjelaskan penelitian yang dilakukan di SGP Level 4 berjudul “Hubungan Antara Kualitas Tidur Berdasarkan Skor PSQI dan Prestasi Akademik Siswa Kelas 10 di SMA Labschool Unsyiah.” Topik ini dipilih karena gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk di kalangan remaja semakin menjadi tren kesehatan global yang mengkhawatirkan.
Penelitian yang dilaksanakan pada 11 Mei 2026, melibatkan pengumpulan data langsung di antara siswa SMA Labschool Unsyiah yang memenuhi kriteria inklusi. Partisipan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), instrumen yang diakui secara internasional dan banyak diterapkan dalam penelitian kedokteran tidur untuk mengevaluasi kualitas tidur secara objektif.
Studi ini bertujuan tidak hanya untuk mengidentifikasi prevalensi kualitas tidur yang buruk di kalangan remaja, tetapi juga untuk menganalisis hubungannya dengan prestasi akademik yang tercermin dalam nilai akademik siswa. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa kedokteran untuk memahami bagaimana penelitian kesehatan berbasis komunitas dapat menghasilkan wawasan yang bermakna tentang masalah kesehatan masyarakat yang secara langsung memengaruhi masyarakat.
Adapun di bawah pengawasan dr. Muhammad Ansari Adista, partisipan mengalami seluruh proses penelitian, mulai dari persiapan lapangan dan pendekatan responden hingga pengumpulan data dan interpretasi ilmiah. Kegiatan ini melatih peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip penelitian etis, berkomunikasi secara profesional dengan responden, dan memperkuat kerja tim dalam investigasi ilmiah. Lebih penting lagi, siswa belajar bahwa penelitian tidak terbatas pada lingkungan laboratorium atau rumah sakit, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah kesehatan tersembunyi di masyarakat dan lembaga pendidikan.
Kepala sekolah, Hendra Darmawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa kedokteran yang melakukan penelitian di lingkungan sekolah, menyatakan bahwa kegiatan tersebut menginspirasi siswa dan memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.
“Hal ini menunjukkan bagaimana MAYOR 2026 tidak hanya mengembangkan kompetensi ilmiah di kalangan mahasiswa kedokteran tetapi juga mempromosikan inspirasi akademik dan kesadaran kesehatan di masyarakat luas,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....