Mayoritas Sampah di Banda Aceh adalah sampah Organik
- 25 Jan 2026 06:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.co.id, Banda Aceh — Masalah sampah di Kota Banda Aceh masih didominasi pola lama, dengan volume yang relatif tidak berkurang dari tahun ke tahun. Konsultan Daur Ulang Space to Grow Development, Amber Desis BSc, menyebut sekitar 250 ton sampah dihasilkan setiap hari, namun hanya 0,009 persen yang berhasil didaur ulang.
“Mayoritas sampah yang masuk ke TPA itu organik, sekitar 60 hingga 70 persen. Padahal itu bisa diolah menjadi kompos dan tidak seharusnya berakhir di TPA,” kata Amber dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, bertema Sampah: Masalah Siapa?, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan akhir berpotensi menimbulkan gas metana yang mudah terbakar dan berbahaya bagi lingkungan. Karena itu, pemilahan sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi beban TPA.
Trainer Daur Ulang dan Teknisi Urban Farming, M. Indra, menilai kebiasaan masyarakat yang sepenuhnya bergantung pada pengangkutan sampah oleh petugas belum menyelesaikan persoalan. “Sampah dipindahkan, bukan diselesaikan. Dari rumah ke TPA, lalu menumpuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika setiap rumah tangga mampu mengolah sampah organik menjadi kompos, maka lebih dari separuh sampah yang selama ini masuk ke TPA dapat dikurangi. “Kalau satu rumah saja bisa mengolah organik, dampaknya besar untuk satu kampung hingga satu kota,” katanya.
Keduanya sepakat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, dengan solusi yang sederhana, murah, dan sesuai dengan kondisi masyarakat lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....