Ramadhan di Era Digital: antara Tradisi dan Teknologi

  • 13 Feb 2026 22:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bulan suci Ramadhan kini dijalani dalam lanskap yang berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan sekaligus tantangan baru bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah dan menjaga nilai-nilai tradisi. Hal ini disampaikan Khairul Ardhiansyah, S.Kom selaku Sekretaris departemen Infokom RMRB Banda Aceh dalam dialog bersama Pro2 RRI Banda Aceh, pada Senin, 9 Februari 2026.

Menurutnya, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi bagian dari keseharian umat. “Sekarang orang bisa mengikuti kajian melalui siaran langsung di media sosial, membaca Al-Qur’an lewat aplikasi, bahkan membayar zakat secara daring. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan juga beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Platform digital juga dimanfaatkan oleh lembaga keagamaan untuk memperluas jangkauan dakwah. “Siaran tausiyah yang sebelumnya terbatas di masjid kini dapat diakses lintas daerah dan negara, hal ini dinilai memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah di ruang virtual,” tambahnya.

Namun demikian, Ia mengingatkan agar kemudahan teknologi tidak mengurangi kekhusyukan ibadah. “Tantangannya adalah distraksi. Notifikasi ponsel bisa saja mengganggu fokus saat tadarus atau salat, disinilah pentingnya pengendalian diri,” katanya.

Tradisi khas Ramadhan seperti buka puasa bersama, tadarus di masjid, hingga berbagi takjil tetap menjadi momen yang dirindukan. “Meski promosi dan koordinasi kegiatan kini banyak dilakukan melalui grup percakapan dan media sosial, esensi kebersamaan dinilai tetap terjaga,”ungkapnya.

Fenomena lain yang mencuat adalah meningkatnya tren berbagi konten Ramadhan di media sosial, mulai dari resep takjil, dekorasi rumah, hingga dokumentasi ibadah. D menilai hal ini bisa menjadi sarana inspirasi, selama tidak bergeser menjadi ajang pamer.

“Ramadhan pada dasarnya adalah tentang refleksi dan peningkatan kualitas diri. Teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan tujuan,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....