Ramadan Sebagai Madrasah Pembentuk Karakter Islami Aktif
- 25 Feb 2026 10:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga merupakan sebuah “madrasah hidup” yang membentuk karakter Islami dan menjadi pilar penting dalam menjaga serta menguatkan fondasi peradaban manusia, kata Dr. Fikri Bin Sulaiman Ismail, Kabid Pendidikan Agama Islam (PAI) dan tenaga da’i pada Dinas Syariat Islam Aceh, dalam program Siaran Informasi Budaya Obrolan dan Hiburan yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Selasa (24 /2/2026).
Dalam sesi wawancara tersebut, Dr. Fikri menekankan bahwa Ramadhan sejatinya adalah momentum pembelajaran yang sangat strategis karena menjalankan puasa dan ibadah lainnya selama bulan suci membawa makna lebih dalam ketimbang sekadar menahan lapar dan haus. Ia menjelaskan bahwa pengalaman berpuasa melatih individu untuk mengembangkan ketakwaan, disiplin, kontrol diri, serta kepedulian sosial , semua unsur karakter yang menjadi dasar bagi perilaku Islami yang baik.
Menurut Dr. Fikri, Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menjadi pribadi yang mampu menahan hawa nafsu serta mengasah kepekaan terhadap sesama. “Dalam bulan ini, setiap muslim dipanggil untuk meneguhkan komitmen moral, memperkuat etika sosial, dan memperbaiki perilaku sehari‑hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam,” katanya, seraya menambahkan bahwa nilai‑nilai tersebut memainkan peran penting dalam mengokohkan tatanan masyarakat yang beradab dan berakhlak mulia.
Selain itu, Dr. Fikri mengaitkan praktik ibadah Ramadhan dengan pembangunan masyarakat yang harmonis. Ia mengatakan bahwa puasa dan aktivitas keagamaan yang dilakukan bersama keluarga, komunitas, serta di tempat ibadah, tidak hanya memperkuat hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan rasa tanggung jawab antara anggota masyarakat.
| Baca juga: Ramadan Momentum Memperbaiki Karakter |
Para pendengar program tersebut, lanjut Dr. Fikri, diharapkan tidak hanya memahami makna puasa secara lahiriah, tetapi juga melihat bulan suci sebagai waktu refleksi dan pembelajaran karakter yang akan berlanjut sepanjang tahun. Dengan begitu, Ramadan menjadi “madrasah” yang nyata — bukan sekadar ritual tahunan — melainkan pembentuk karakter yang teguh dan penyangga peradaban yang mampu menjawab tantangan moral dan sosial di era kontemporer.
Program Siaran Informasi Budaya Obrolan dan Hiburan di RRI Banda Aceh yang menampilkan pernyataan ini diharapkan membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana praktik ibadah Ramadhan dapat ditransformasikan menjadi nilai‑nilai karakter Islami yang aplikatif dalam kehidupan sehari‑hari bagi masyarakat Aceh dan Indonesia secara umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....