Peran Ramadhan Menguatkan Iman Hadapi Godaan Zaman

  • 28 Feb 2026 21:12 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Bulan suci Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum strategis untuk melatih pengendalian diri dalam menghadapi berbagai godaan kehidupan. Hal itu disampaikan Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk. H. Syibral Malasyi, dalam siaran Sierueboh Programa 4 RRI Banda Aceh, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurut Syibral, Ramadhan hadir sebagai “madrasah ruhani” yang mendidik umat Islam agar mampu mengelola hawa nafsu, emosi, serta dorongan-dorongan negatif yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, dan mengendalikan perilaku. Di sinilah peran besar Ramadhan dalam menyikapi godaan,” ujar Syibral.

Ia menjelaskan, godaan yang dimaksud tidak selalu berbentuk hal-hal besar, melainkan juga kebiasaan kecil yang dapat mengurangi kualitas ibadah, seperti bergunjing, berkata kasar, atau menyia-nyiakan waktu. Ramadhan, kata dia, melatih umat untuk lebih sadar diri dan berhati-hati dalam bertindak.

Lebih lanjut, Syibral menekankan bahwa kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi godaan. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal di siang hari, seperti makan dan minum, maka seharusnya ia lebih mampu lagi menahan diri dari perbuatan yang jelas dilarang.

“Ramadhan mengajarkan disiplin spiritual. Jika kita mampu menjaga diri selama sebulan penuh, maka nilai-nilai itu harus berlanjut setelah Ramadhan berakhir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat Banda Aceh untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an, serta mempererat hubungan sosial melalui kepedulian terhadap sesama.

Menurut Syibral, godaan di era modern semakin kompleks, mulai dari pengaruh media sosial hingga gaya hidup konsumtif. Karena itu, ia mendorong umat Islam agar memanfaatkan Ramadhan sebagai waktu refleksi dan penguatan karakter.

“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan yang berarti dalam diri kita,” tuturnya.

Siaran Sierueboh Programa 4 RRI Banda Aceh tersebut menjadi bagian dari rangkaian tausiyah menjelang Ramadhan yang bertujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang makna dan hikmah ibadah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....